Setelah makan malam bersama, Near pun diminta oleh Ethan untuk tetap mengajar Nick. Ethan bahkan menawarkan diri untuk mengantar Near pulang ke Desa Kukree dengan mobilnya. Awalnya Near menolak namun Nick malah menyetujui ide Ethan karena bisa bepergian sebagai salah satu refreshing setelah beberapa lama belajar terus menerus. Tentu saja Near tidak akan menolak apabila keinginan tersebut diutarakan oleh orang yang disukainya.
Belajar tanpa Pedro di sisi Nick ternyata bisa menambahkan konsentrasi Nick karena tidak ada yang bisa dijadikan alasan oleh Nick untuk terdistraksi. Tidak ada Pedro yang tiba-tiba mempertanyakan hal sederhana sehingga Nick berusaha menjawab pertanyaan Pedro dan lupa tujuan awal. Pertanyaan seperti apakah Kerajaan Alexandria mempunyai semua bahan makanan sendiri di dalam wilayah mereka akan mengundang Nick menjawabnya dalam waktu tidak kurang dari setengah jam.
Selain ketiadaan Pedro, keberadaan Ethan yang duduk di sebelah Nick juga membuat pembelajaran lebih cepat dan efisien. Setiap kali Nick mulai beralih pada hal di luar pembelajaran, Ethan akan berusaha mengembalikan pembelajaran ke jalur yang benar. Mata Ethan mungkin saja terus mengarah pada layar handphone, namun pikirannya bisa berjalan beriringan antara apa yang sedang dilihatnya dengan apa yang sedang didengarnya. Sehingga saat Nick mulai tidak berkonsentrasi, Ethan akan menanyakan salah satu informasi yang baru saja dikatakan oleh Near sebagai salah satu bagian dari pengetesan.
Salah satu bukti dari konsentrasi Nick yang cukup baik selama beberapa jam terakhir adalah ia bisa mengaitkan satu hal dengan hal yang lain sesuai dengan imajinasinya. Sebuah kesimpulan diutarakan Nick setelah ia mengutarakan beberapa asumsi pada Near namun ditolak begitu saja.
"Jadi bukankah ilmu magis bisa dikeluarkan dari keinginan yang kuat?"
Pertanyaan Nick membuat baik Near maupun Ethan langsung menoleh ke arah Nick secara bersamaan. Nick mengucapkannya dengan wajah polos, tidak mengerti betapa pentingnya pertanyaan baru saja terucap. Sementara dua laki-laki yang berada di ruangan yang sama dengan Nick langsung mengerti bahwa Nick baru saja mengaitkan benang merah yang selama ini terlupakan oleh para penyihir.
Melihat Nick yang tampak kebingungan karena suasana menjadi lebih serius setelah ia mengungkapkan ide dalam bentuk pertanyaan, Near memilih untuk berdiskusi dengan Ethan. Near menganggap bahwa Nick belum tentu bisa menguraikan pikirannya sendiri dan hanya mengatakan ide tersebut dengan kebetulan.
"Bukankah perkataan Nick sangat tepat?" tanya Near mengabaikan wajah Nick yang kebingungan dan memilih untuk mempertanyakannya pada Ethan.
"Ya, betul. Selama ini tidak ada buku yang mengatakannya secara gamblang. Para penulis membuatnya menjadi sebuah prosedur tapi melupakan inti permasalahannya. Good job, Nick."
Nick masih tidak mengerti pembicaraan antara Ethan dan Near sama sekali. Namun melihat Ethan memberikan pujian dan tersenyum padanya sudah cukup membuat Nick senang.
"Apakah tuan putri tersenyum seperti itu saat berbicara padaku?" tanya Near dalam hati sambil melihat ekspresi kedua orang di depannya dengan tidak nyaman.
"Kamu bisa mencobanya sendiri besok saat berada di tempat latihan." Tempat latihan yang dimaksudkan oleh Ethan adalah wilayah tempat parkir yang berada di gedung terbengkalai. Tempat yang biasa dipakai oleh Nick untuk berlatih bersama Pedro.
"Mencobanya?"
"Ya, mencoba ide yang kamu ungkapkan tadi. Kamu harus menginginkan sesuatu dengan sungguh-sungguh sehingga bisa membuatmu terfokus pada satu hal saja. Dan hal tersebut adalah mengeluarkan kekuatan magis."
Setelah Ethan menjelaskan detilnya barulah Nick sadar akan ucapannya sendiri. Wajahnya berubah menjadi lebih ceria dengan bola mata yang membesar sambil mengangguk-angguk dengan semangat. Karena terlalu bersemangat Nick pun langsung ingin mencobanya saat itu juga.
"Tidak saat ini!" kata Ethan langsung memukul tangan Nick yang sudah terjulur ke depan dengan jari yang direnggangkan satu sama lain.
"Oops.. betul juga. Aku terlalu bersemangat."
Nick meregangkan badannya lalu bersiap-siap untuk menulis kembali. Baru saja ia akan menggeser ujung pulpen ke arah kertas di hadapannya, Nick teralihkan oleh gerakan orang di sampingnya. Ethan baru saja melihat handphonenya kembali lalu beranjak dari tempat duduk menuju kamarnya. Sebelum Ethan berhasil masuk ke dalam kamar, Nick sudah menyusul Ethan dan menarik lengannya.
Wajah Ethan terlihat berbeda dengan beberapa detik lalu dan Nick menyadari perbedaannya. Walau wajah Ethan berusaha memperlihatkan pernyataan "jangan ganggu aku", Nick tetap bergeming. Nick mendongak melihat ke arah mata Ethan dengan wajah yang juga menjadi serius.
"Aku baru menyadarinya hari ini. Mungkin saja kamu masuk ke dalam kamar lalu berteleportasi ke tempat lain kan?"
Saat itu Ethan tidak ingin berdiskusi panjang dengan Nick. Walaupun Ethan merasa kagum dengan pemikiran Nick yang bisa menebak tindakannya, Ethan benar-benar tidak ingin diganggu. Ia baru saja mendapatkan kabar dari Reika dan harus cepat-cepat menyusul ke tempat Reika dan Pedro berada tanpa melibatkan Nick sama sekali.
"Mungkin saja perkataanmu tepat. Mungkin tidak. Aku ingin masuk ke dalam kamar, kembalilah belajar."
"Aku tidak akan kembali sebelum mengetahui apa yang Pedro lakukan saat ini."
Dahi Ethan mengerut mendengar perkataan Nick. Apa yang terjadi? Apakah Pedro mengatakan hal yang sebenarnya pada Nick? Tapi saat ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan semua ini.
"Aku sudah memperhatikan kalian sejak tadi siang. Gerak-gerik Pedro tidak seperti biasanya selama belajar. Dan aku pun jadi merasa ada kaitanya dengan kamu yang tiba-tiba ingin melihatku belajar. Aku tidak akan kembali belajar bila tidak mengetahui bahwa Pedro baik-baik saja."
"Pedro mungkin tidak baik-baik saja bila kamu menahanku sekarang," kata Ethan dengan wajah yang terlihat terganggu dengan perkataan Nick.
"Aku akan ikut!"
"Tidak!"
"Ethan!"
Semakin lama diskusi antara Ethan dan Nick yang berlangsung maka semakin kesal juga Ethan karena ia telah membuang waktu yang krusial beberapa saat. Akhirnya Ethan mau tidak mau menanggapi keinginan Nick yang memaksa untuk ikut.
"Kamu juga ikut dan jaga Nick dengan baik. Aku harus mencari Pedro karena Reika mengatakan ia dikejar oleh salah satu penjaga klub Time Pause," kata Ethan melihat ke arah pantry dan mengundang anggukan dari Near.
Perasan Nick tidak nyaman saat mendengar kata Time Pause. Dua tahun lalu ia merasa hampir kehilangan Ethan karena Ethan tiba-tiba berteleportasi ke tempat tersebut untuk menolong Reika. Dan kali ini Ethan hampir saja melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya.
Melihat wajah Nick yang berubah menjadi khawatir, Ethan berusaha meredam keinginan Nick untuk pergi, "Bila kamu tidak yakin, jangan ganggu pencarian yang akan aku lakukan. Kamu sudah tahu bahaya dari tempat itu."
"Aku akan ikut mencari Pedro."
Kali ini mata Nick terlihat jauh lebih serius daripada sebelumnya. Melihat pandangan dari Nick, Ethan tidak berusaha melanjutkan ucapannya. Ethan hanya mengangguk sambil mengulurkan tangannya pada Nick sebagai persiapan bahwa mereka akan berpindah tempat dengan kekuatan yang dimilikinya.