Nick, Ethan dan Near kembali lebih dulu ke ruangan apartemen nomor 3903. Sedangkan Pedro dan Reika akan menyusul melalui jalur non teleportasi sesuai dengan bagaimana mereka sampai ke klub malam Time Pause.
Setibanya di apartemen, Nick, Ethan dan Near bersiap-siap untuk pergi kembali untuk mengantarkan Near ke Desa Kukree. Seharusnya pergi bersama Ethan ke menggunakan mobil adalah sesuatu momen yang menyenangkan bagi Nick. Tapi kali ini Ethan tidak berbicara sama sekali dan membuat Nick hanya bisa diam untuk berkontemplasi.
"Apakah sebaiknya aku tidak mengaku sebagai Putri Charlotte? Ah tidak mungkin. Renzo sudah mengenaliku dari sejak pertama kali kami bertemu di gudang. Apakah seharusnya aku secepat mungkin pergi dari percakapan yang diinisiasi oleh Renzo tentang Kerajaan Alexandria? Tapi kan aku hanya berbicara sedikit saja. Dan mungkin… akh, tidak! Harusnya aku tidak perlu memeluknya."
Walaupun Nick tidak bersuara sama sekali, ekspresinya yang berubah-ubah mengundang perhatian dari laki-laki yang berada di sampingnya. Sepanjang berada di lift, Ethan berdiri sendirian tepat di depan pintu lift, sedangkan Near mengamati Nick yang sedang berpikir dan tidak sadar bahwa sedang diamati. Terkadang Near ingin mencegah tindakan Nick yang tiba-tiba memukul-mukul kepalanya. Namun tiba-tiba saja Nick berhenti melakukannya dan gerakannya hanya dihasilkan dari otot-otot pada wajahnya. Near hanya bisa diam dan menunggu gerakan aneh apa lagi yang akan dilakukan oleh Nick setelahnya.
Sebenarnya Near bisa saja menolak tawaran dari Ethan untuk mengantarnya kembali ke Desa Kukree. Tapi Near ingin tahu apa yang akan dikatakan baik oleh Nick maupun Ethan tentang kejadian di klub malam Time Pause. Banyak yang terjadi pada malam hari itu dan membuat Near ingin membantu untuk memberikan penjelasan apabila Nick diinterogasi oleh Ethan. Dan tentu saja alasan lainnya adalah ia ingin selama mungkin bersama dengan orang yang disukainya.
Sepanjang perjalanan menuju Desa Kukree, sudah tujuh kali Nick menengok ke samping, ke arah Ethan yang sedang menyetir. Nick berulang kali ingin memulai percakapan. Namun saat melihat wajah Ethan, niat itu tiba-tiba surut. Selain itu Nick pun mencari waktu yang tepat di mana Ethan balas melihatnya kembali namun keinginan Nick tidak pernah terjadi.
Ethan begitu serius memandang ke arah jalan di depannya dengan terkadang melihat ke arah spion di dekat Nick dan tidak pernah meneruskan pandangannya pada Nick. Bukannya ia tidak mengetahui bahwa Nick mencoba menarik perhatiannya. Bukan. Tidak perlu menoleh pun Ethan sudah menangkap gerakan Nick dari sudut matanya. Bahkan wajah Nick yang ketakutan pun sudah terbayangkan dalam pikiran Ethan.
Sejak dari awal Ethan mengizinkan Nick untuk ikut mencari Pedro bersamanya, sebenarnya ia sudah berekspektasi Nick akan berbuat ulah seperti tadi. Di sisi lain Ethan pun bersyukur bahwa Near benar-benar melindungi Nick dari masalah. Terlepas apa pun yang terjadi selama dirinya tidak berada di samping Nick, Ethan merasa lega karena Nick dapat kembali. Sebenarnya saat ini Ethan bukan marah terhadap tingkah laku Nick, tapi ia marah terhadap dirinya sendiri yang mempunyai pendapat kontradiksi dengan apa yang terjadi saat berada di Time Pause.
Saat mencari Pedro di Time Pause, Ethan melupakan keberadaan Nick sejenak saat menemukan sedikit informasi mengenai tujuan utama dari penyamaran Pedro dan Reika, yaitu orang yang berasal dari Kerajaan Alexandria. Ethan sempat mengamati ada seorang pelayan wanita yang tampak asing dengan kondisi di bar tersebut. Berkali-kali pelayan itu dimarahi oleh atasannya hanya karena hal sepele, misalnya tidak mengetahui bagaimana cara mengoperasikan remote AC. Intuisi Ethan langsung menangkap tingkah laku pelayan itu dan mengkorelasikannya dengan tingkah Putri Charlotte yang baru saja memasuki apartemennya pertama kalinya.
Karena kemungkinan untuk mendapatkan informasi seperti itu sangat kecil, maka Ethan berusaha mengikuti pelayan itu. Pelayan itu berjalan dan berbelok di ujung koridor. Karena takut kehilangan jejak, Ethan mempercepat langkahnya dan tiba-tiba saja ada yang menabraknya persis saat ia akan berbelok ke arah koridor yang dilewati oleh si pelayan. Sambil meminta maaf seadanya, Ethan hampir saja melewati orang yang menabraknya kalau saja Reika tidak menyebutkan sebuah nama.
"Pedro?"
Ethan langsung berbalik dan melihat Pedro yang sudah berbeda dengan yang ia kenal. Selain karena rambutnya yang sengaja diubah untuk penyamaran, Pedro yang dikenal oleh Ethan tidak pernah memperlihatkan wajah yang begitu ketakutan seperti ini. Wajah ketakutan yang terakhir kali dilihat oleh Ethan adalah saat ia memutuskan untuk merawat Pedro selagi masih kecil dan ditelantarkan begitu saja di jalanan.
Dengan kehadiran Pedro saat itu, Ethan benar-benar kehilangan jejak dari si pelayan. Mau tidak mau Ethan pun berpindah fokus dari pelayan itu pada hal lain. Dan saat itulah Ethan baru menyadari bahwa Nick dan Near sudah tidak bersamanya. Tidak perlu waktu lama setelah berbicara dengan Pedro, Ethan kembali menelusuri koridor demi koridor karena harus mencari Nick dan Near. Sementara Reika berusaha menenangkan Pedro setelah Pedro mengatakan bahwa laki-laki yang mengejarnya adalah orang yang sama dengan yang mengurungnya saat ia masih kecil. Seseorang yang mempunyai gangguan jiwa.
Pikiran Ethan tidak bisa tenang sepanjang ia mencari Nick dan Near. Padahal sebelumnya ia begitu tenang dan berasumsi bahwa berada di klub malam yang begitu banyak orang dapat meminimalisir masalah pada Nick. Apalagi Reika sudah memastikan bahwa tidak akan ada Exterminator yang akan datang ke Time Pause karena ada artis yang sedang melakukan live performance. Tidak mungkin Exterminator membuat kerusuhan dan memperlihatkan diri pada dunia seperti itu.
Penyesalan Ethan karena telah membiarkan Nick saat berada di Time Pause berlangsung cukup lama. Sebelum menemukan Nick. Saat Nick berada di ujung koridor yang lain dari posisi Ethan berdiri. Hingga saat ini, yaitu saat Ethan sedang menyetir mobil. Ethan berulang kali mensimulasikan berbagai kemungkinan terburuk yang terjadi pada Nick dan itu membuatnya merasa kesal dalam dirinya sendiri.
"Aku… bertemu dengan Irvine."
Suara Nick yang memecah keheningan membuat pemikiran Ethan menjadi buyar. Walaupun suara Nick samar-samar, Ethan masih dapat mendengar maksud dari ucapan Nick. Ethan hanya cukup mendengar kata "aku" dan "Irvine". Dua kata yang terdengar itu sudah dapat menjadi kesimpulan bagi Ethan bahwa Nick berurusan langsung dengan Irvine. Dan Ethan tidak pernah membayangkan sebelumnya. Bahkan ia sendiri tidak ingin berurusan dengan Irvine.
"Irvine adalah pengawal pribadiku yang menghilang saat aku kecil."
Mobil tiba-tiba terhenti. Informasi terbaru yang disebutkan oleh Nick langsung membuat Ethan tidak berkonsentrasi untuk menyetir kembali. Sementara itu Nick terdiam dan menggigit bibirnya karena takut. Respon dari Ethan membuat Nick kembali membayangkan apa yang dialaminya beberapa hari lalu di mana Ethan meneriakinya. Bahkan Nick sudah siap untuk turun dari mobil dan berjalan kembali ke apartemen apabila Ethan menyuruhnya turun.