Matahari sudah berjalan ke ketahtaannya menggeser sang rembulan yang akan berpindah tempat. Wanita cantik itu masih asyik pada posisi wenak di atas sofa, coba menghilangkan rasa malas yang malah semakin datang.
Drrtt Drrtt...
Ponselnya bergetar, mau tidak mau dia harus tersadar dari tidurnya. Matanya masih tertutup tapi tangannya terus bergeser mencari ponsel.
Dapat! Dia menggeser layar ponselnya dan meletakkan di telinga kiri.
'Jes, aku sudah didepan apartemenmu'
Suara itu berhasil mengambil kesadaran Jessie seutuhnya, seketika saja tubuh si cantik terduduk dengan raut panik dan mata yang membulat. Dia benar-benar terkejut.
Dia berlari ke depan pintu biliknya, mengintip dari lubang pengintai sebelum, dan benar saja. Antolin dengan tampannya berdiri di depan apartemennya.
Buru-buru