Seperti pagi-pagi sebelumnya Randy berangkat diantar oleh sang ayah. Rutenya pun sama, berhenti di sekolah Queenzy terlebih dahulu baru ke sekolahnya.
Randy menatap keluar jendela, matanya terlihat kosong memperhatikan jalanan kota yang terlihat ramai. Pikirannya terus mengawang ntah kemana, memikirkan hal-hal seru yang mungkin saja bisa dia lakukan, dia sudah mulai muak dengan sekolah dan segala rutinitasnya, keseharian dan segala kehidupannya.
Dia mulai bosan, dia tidak tahu apa yang sebenarnya dia cari di hidup ini, siapa dia sebenarnya. Dia benar-benar ingin bebas dan menatap dirinya sendiri.
Apakah mungkin ini yang dinamakan anak muda yang sedang mencari jati diri?
"Ran, kau kenapa?" tanya Rafael saat bingung melihat anaknya yang hanya diam saja menatap keluar jendela.
Randy hany