Jam makan siang sudah lewat dua jam yang lalu, namun Antolin belum juga menikmati waktu istirahat, dia baru saja merampungkan tugasnya. Dia merenggangkan tubuhnya sembari menggoyangkan tubuhnya agak tidak kaku.
Dia pun berlalu menuju kantin, tak lupa dia membungkuk dan menyapa para pasien, keluarga pasien, ataupun pekerja rumah sakit yang ditemuinya dengan ramah.
Senyumnya mengembang saat melihat kekasihnya sedang melayani seorang pembeli dengan senyuman yang mengembang cantik. Kekasihnya begitu memesona.
Cantik, pujinya.
Dia pun melangkahkan kaki masuk ke dalam kantin, menyebabkan bel kantin berbunyi untuk menandakan si penjaga kantin bahwa ada orang yang masuk.
"Selamat siang" sapanya tetap dengan sopan dsn ramah walau yang datang adalah sang kekasih. Bahkan senyumnya mengembang leb