Kereta kuda yang memuat aku berhenti didepan sebuah istana megah kerajaan Roopsh..
Cuaca di kerajaan Roopsh sangat dingin dan bersalju. Tetapi masih banyak tumbuhan yang dapat tumbuh.
Seorang pelayan membukakan pintu kereta kuda. Vale dan Helena keluar dari kereta kuda itu. King Edward mengandeng tanganku dengan spontan, dan membawaku masuk kedalam istana.
Seperti yang dikatakan King Alfredo. Seluruh anggota keluarga dari berbagai kerajaan datang. Vale masuk dengan gaun birunya yang tampak sangat anggun dan cantik.
Pestanya sangat megah dan meriah. Para bangsawan juga datang dari berbagai kerajaan. Pakaian mereka sangat rapi...
King Edward memperkenalkan aku kepada beberapa anggota keluarga kerajaan, ada 4 pangeran dari kerajaan degrees. Mereka adalah kembar yaitu Celsius, Fahrenheit, Kelvin, dan Reamour. Ada juga Putri dari kerajaan Werst, Putri Nova. Ada juga dari kerajaan Yews, Veleries dan Vincent. Mereka adalah kembar bersaudara.
Sangking banyaknya orang yang hadir Vale sampai lupa nama-nama mereka satu persatu..
Setelah acara makan malam, dilanjutkan dangan acara pesta dansa. Dengan lagu yang indah.... King Edward mengajak Vale berdansa bersamanya. Awalnya Vale ragu, tetapi ia menerima ajakan King Edward.
Pria itu menyentuh pinggang Vale dan mulai berdansa mengikuti irama musik yang sangat indah. Mereka saling bertatapan. Wajah Vale kembali memerah. King Edward mendekatkan tubuhnya ke tubuh Vale. Mereka mulai bertatapan lagi...
Musik yang dimainkan mengalir masuk alam tubuh Vale melalui telinganya. King Edward mendekap tubuh Vale memeluknya dengan erat. Vale membalas pelukannya itu.
" Lihat dia mendapatkan hati King Edward, yang sangat tampan itu." Bisik putri-putri lainya yang iri kepada vale
" Aku dengar ia bukan berdarah bangsawan.."
" Ia adalah anak angkat King Alfredo."
" Ia sangat beruntung."
Tiba-tiba ada orang yang sengaja menarik Vale dengan kasar dan memaksanya berdansa. Orang itu berambut hitam, memakai baju hitam...
Vale tersentak kaget. Ia memandang mata orang itu, mata yang sama dengan orang yang menyusup masuk kedalam kamarnya kemarin malam. Mata itu pernah menyusup dua kali kedalam kamarnya.
" Kauu....?? Siapa kau...?" Tanya vale. Orang itu hanya tersenyum kecil. King Edward terlihat sangat waspada memegang pedangnya.
Musik terus berlanjut. Vale dan orang itu terus berdansa. " Siapa kau sebenarnya..?" Tanya Vale lagi. Ia hanya memandang Vale dengan senyum tipis. " Aku...adalah...Elisa." jawabnya.
Vale yang sangat kaget langsung melepaskan tangannya dari tangan Elisa. Membuat semua orang memandangi mereka. King Edward langsung sigap berdiri didepan Vale. Ia menghunus pedang kearah Elisa.
Semua raja yang ada di sana juga melakukan hal yang sama.. tapi dangan mudahnya, dengan satu tebasan tangan Elisa pedang-pedang yang diarahkan padanya hancur berkeping-keping.
" Beginilah kau memperlakukan tamu King Oprish?" Tanya Elisa. Pria berkepala botak itu hanya diam.
" Kau adalah tamu yang tak diundang Elisa. Enyalah..." Jawab King Edward.
Elisa menatapnya dengan sinis. " Jangan sombong kau Edward. Aku tau kau meraih gelar raja diumur yang sangat muda. Tetapi tetap saja... Kau bukan tandingan ku." Jawab Elisa dengan sinis. Mereka saling bertatapan. Banyak tamu yang sudah beranjak dari tempatnya.
" Pergilah Elisa... Tidak ada yang menginginkan mu.." ucap King Oprish. Elisa terkekeh dan menatap King Oprish dengan tajam. " Aku akan pergi setelah mendapat apa yang aku inginkan. " Jawabnya.
" Apa yang kau inginkan Elisa!! Kau sudah merebut segalanya..!!" Jawab Helena. Elisa menatap Helena sebentar dan menghunus pedangnya kearah Vale, " aku ingin dia...!!"
Vale tersentak kaget... " Aku tidak ingin ikut denganmu pergilah. " Jawab Vale dengan kasar. " Jika begitu aku akan merebutmu..." Jawab Elisa singkat dan langsung melesat keara Vale. King Edward menghentikannya dan menahanya. " Aku tidak akan membiarkannya terluka." Bisiknya kepada Elisa.
Merekapun bertarung dengan sengit.. mereka saling beradu pedang dan beradu tatap, dan beradu kekuatan tentunya.
Elisa menggunakan kekuatan sihirnya. Ia menyerang King Edward dengan brutal hingga King Edward kelelahan. Elisa terus menggenggam kristal hitam yang bercahaya itu. Kristal itu memberikan kekuatan lebih untuknya.
King Edward terjatuh. Elisa bersiap untuk mengakhirinya. Tetapi King Edward mengeluarkan seluruh kekuatannya ia mengeluarkan sayapnya dan menyerang Elisa lagi.
Mereka bertarung di udara. " Cukup Ed ini bukanlah pertarungan yang bisa kau menangkan.!!" Teriak Elisa mengejek. " Kalau begitu aku akan terus berjuang...!!" Jawab King Edward sambil tersenyum.
King Edward berhasil menjatuhkan kristal hitam Elisa dan Elisa mulai melemah. Tapi Elisa yang licik menusuk perut King Edward dan akhirnya mereka jatuh bersama.
" Ayo bantu King Edward !!" Teriak Vale. Tapi raja-raja yang lain hanya terdiam ketakutan.
Sayap King Edward seperti sudah lelah terbang. Tampaknya Elisa akan memberikan serangan terakhirnya. Di tangannya sudah terdapat kristal sumber kekuatannya. Sekali lagi ia menggenggam kristal itu dan ditangan kiri nya muncul bola cahaya hitam. " Matilah kau...!!" Teriak Elisa.
Elisa melemparkan bola cahaya itu kearah King Edward. Tapi Vale menghadang Elisa. Sehingga bola cahaya itu mengenai Vale. Vale terpental tidak berdaya...
King Alfredo menghampiri Vale dan mulai menangis. King Edward yang baru tersadar tidak menyadari apa yang terjadi sebelumnya.
Tiba-tiba ada suara auman naga yang sangat nyaring. Naga itu meruntuhkan dinding istana Roopsh. Semua para tamu yang masih di situ kembali berlindung.
Naga itu menunjukan keagungannya. Elisa hanya ternganga melihat naga itu berada didepannya. Ia tak menyangka bahwa naga mistik itu benar-benar ada.
Naga itu mulai menyerang Elisa. Elisa sangat tidak berdaya melawan naga itu. Ia berusaha menyerang tetapi serangan Elisa tidak mempan melawan naga itu. Naga itu membanting Elisa berulangkali. Dan ketika naga itu akan mengakhiri Elisa. Ia berubah menjadi asap dan menghilang lagi.
Naga itu menghampiri Vale.... Ia mengendus tubuh Vale, dan sedikit meniup wajah Vale. Dari hembusan nafas naga itu keluarlah cahaya kecil berbentuk bola dari mulut naga itu. Masuk kedalam tubuh Vale.
Perlahan tubuh naga itu bercahaya dan menjadi sebuah kalung amethys yang sangat indah kalung itu tergantung di leher Vale..
.....
Sejenak.. Vale perlahan mulai bernafas kembali dan membuka matanya. King Alfredo sangat senang ia memeluk Vale. Semuanya sangat senang...
Matahari mulai muncul di timur. Mulai menyinari kerajaan Roopsh yang berselimut salju.
---------