----------vale
Aku berjalan menuju tenda King Alfredo. Di dalam hati aku merasa sedikit ragu. Tapi, aku sangat ingin mengubah hidupku. Jika aku menjadi putri aku tidak akan kesepian lagi, aku bisa mendapatkan kehidupan yang sangat layak dan mewah. Terlebih aku bisa berada dekat dengan King Edward. Tidak, tidak apa yang aku pikirkan.
Ketika sampai didepan tenda King Alfredo, aku terhenti sebentar dan memikirkannya lagi. Aku memantapkan hatiku dan aku masuk setelah pengawal meminta ku masuk. "King Alfredo, aku......aku... Aku mau menjadi anak tiri mu. Aku akan menjadi penerus mu." Ucapku sambil menunduk. Lau king Alfredo tersenyum lebar dan memelukku. "Terimakasih... Terimakasih banyak" dan keluarlah butiran-butiran air mata menetes dari mata King Alfredo. " Mulai sekarang, panggil aku ayah." Pintanya. Aku mengangguk bahagia. Akhirnya aku memiliki keluarga baru, akhirnya ada yang menjaga dan menemani aku.
Ketika bulan sudah berada di tempatnya. Aku, King Alfredo, dan King Edward makan malam. Entah kenapa King Edward tampak sedih. Ia sama sekali tidak menyentuh makanan nya. Ia hanya menunduk, lalu ia pergi. Aku mengejarnya dan meninggalkan King Alfredo. Aku menemukannya sedang melempar batu di danau.
" Kenapa? Kenapa kau menerimanya?"
"Apa?"
"Kau bisa terluka. Apa yang kau pikirkan ketika kau menerimanya?"
Ia terus bicara komat-kamit. Aku tidak mengerti apa yang ia bicarakan.
" Sebenarnya apa yang kau bicarakan?" Tanya ku dengan nada sedikit tinggi.
" Kau bisa terluka jika berada dalam kehidupan kami Vale. Kau tidak seharusnya menerimanya. Kau tidak mengerti." Jawabnya dengan marah.
"Apa yang tidak aku mengerti?" Jawabku , aku makin bingung. Ia berjalan mondar-mandir dan lalu, dia memelukku....
"Jangan....jangan.... Aku akan selalu menjagamu Vale. Aku tidak akan membiarkan mu terluka." Ucapnya. Aku menjadi semakin bingung.
.........
Grrrrr......grrrrr......
Suara Geraman terdengar dari balik pohon-pohon besar. King Edward berbalik, " pergi lah.... Cepat!!!" Perintahnya. Apa yang sebenarnya terjadi. Aku berbalik meninggalkannya sendirian di danau itu. Aku masuk kedalam tendaku. Dan merenung "sebenarnya apa yang akan terjadi?" Pikirku. Laku aku mendengar suara Auman naga yang sebelumnya pernah aku dengar. Aku pun keluar dan aku melihat, ada api di hutan dekat danau, di tempat King Edward berada tadi. Aku bergegas menuju tempatnya. Tapi King Alfredo menarik tangan ku dan memasukan au alam kereta kuda yang di kawalnya sendiri.
Aku hanya bisa diam dalam kereta kuda itu sambil melihat kekacauan yang terjadi di hutan. Api yang besar telah menyelimuti hutan. Aku harap Edward tidak apa-apa.
Perjalanan yang panjang membawaku kerumah baru ku. Bukan lagi sibuk tua yang reyot, tetapi sebuah istana megah di tengah kepadatan penduduk. King Alfredo, mengajak ku makan pagi setelah aku membersihkan diri.
Aku terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. "Apa kau menyukai kamar mu??" Tanya King Alfredo. "Tentu saja, King Alfredo..." "Jangan panggil aku dengan itu...!!!!" Potong King Alfredo. "Aku ayah mu sekarang.. panggil aku dengan ayah" tambahnya. "Baik ayah."jawab ku gugup aku tidak tau King Alfredo yang terlihat sangat lembut bisa sekasar ini.
Setelah sarapan, pada tengah hari tepatnya King Alfredo, atau ayah membawaku ke balkon istana dan memperkenalkan aku pada seluruh rakyat. Aku hanya bisa tersenyum, mereka terlihat sangat kecil.
Sesudah itu, Miranda membawaku berkeliling istana. Miranda adalah pelayan pribadi ku, ia yang mengurus semua keperluan ku. Ia sangat ramah, sehingga kami cepat akrab. Umur kami juga tidak jauh berbeda, ia lebih tua tentu saja.
Usai berkeliling istana aku masuk kedalam kamarku yang lumayan luas dan memiliki balkon di sebelah timur ruangan nya. Pemandangannya sangat indah. Hari-hari bahagia ku baru saja di mulai.
Ketika bulan sudah menyapaku lagi, Miranda membawaku ke pemandian, tempatnya sangat luas mungkin bisa dipakai untuk 10 orang sekaligus. Dan setelah itu aku memilih gaun mana yang akan aku pakai malam ini untuk makan malam. Aku memilih sebuah gaun yang indah memiliki detail bunga di bagian dadanya. Aku benar-benar menikmati menjadi seorang Putri.
Miranda membawaku makan malam bersama ayah. Aku harus mulai terbiasa dengan panggilan itu. Aku sangat bahagia. Ketika kami makan bersama tiba-tiba Edward masuk keruang makan dan segera duduk di kursi sampingku. Aku bahagia sekaligus kaget melihatnya.
"Weewww... Kalian makan tanpa aku. Aku masih berstatus tamu kalian." Ucapnya. King Alfredo maksudku ayah hanya menatapnya dan kembali makan. Selesai makan ayahku mengatakan bahwa besok pagi aku harus belajar, pelajaran menjadi seorang Putri yang baik.
Semuanya menjadi terasa indah. Lalu... Aku teringat akan Roy, apa kabarnya sekarang?? Sudah 4 hari akutidak bertemu dengannya. Desaku tidak terlalu jauh dari sini mungkin aku akan melihat keadaannya lain kali. " Wow...!!! Kamar ini sangat besar dan indah. " Ucap Edward yang tiba-tiba masuk kedalam kamarku dan memecahkan lamunan ku. " Iya aku merasa sangat beruntung." Jawabku. "Apa yang terjadi padamu?? Yang terakhir aku lihat kau melawan naga itu sendirian?" Tanya ku. "Hmmm....." Ucap Edward, lalu ia berjalan kearah ku hingga ia tepat berada didepanku. "Aku beruntung, dan kau juga beruntung." Jawabnya.
Aku menunjukan ekspresi bingung dan ia menjawab "hehehe kau pasti agak kebingungan. Kau akan mempelajari nya nanti mungkin besok." Jawabnya singkat sambil terkekeh. Mirandapun datang membawakan aku baju tidur. " Yah sudah lahhh tidurlah. Mungkin kau akan mendapat sedikit pencerahan." Ucapnya sambil meninggalkan kamarku.
"Miranda,..."
"Ya, Putri?."
"Apa maksudnya, aku akan terluka? Memangnya apa yang telah terjadi?"
"Maaf, siapa yang mengatakan itu?"
"Memangnya kenapa??" Aku makin penasaran.
"Banyak yang terjadi sebelum kedatangan Putri kemari."
" Ceritakan... Aku mohon."
"Hmmm baiklah. Aku dengar Elisa sedang menyiapkan pasukan terkuat nya untuk mulai menyerang kerajaan-kerajaan. Katanya ia sudah melepaskan sekawanan proyd, ke desa Trod di Hersh, dan desa Lyop di Yoorsh. Untuk mengatasi serangan itu King Alfredo dan King Edward memilih berkerja sama. Mereka berhasil menuntaskan serangan di Lyop, tetapi serangan semakin besar terjadi di desa Trod. Karena itu aku dengar mereka pergi ke hutan s***h didekat desa Trod untuk mencari naga, untuk mengatasi serangan Proyd. Tapi aku rasa itu hanya kabar burung saja."
"Okeh baiklah kau bisa istirahat sekarang Miranda."
" Selamat malam Putri." Miranda pun pergi keluar kamar setelah selesai menutup semua tirai-tirai tebal itu.
Akutidak bisa tidur karena memikirkan Roy. Kata Miranda desa ku terkena serangan Proyd paling parah. Apakah Roy berhasil selamat. Aku sangat cemas memikirkannya. Tapi bulan bersinar sangat terang, membawaku ke alam mimpi.