Aku terbangun di bagian hutan yang gelap. Pepohonan besar yang ada di sekitarku seperti sedang mengintai ku. Cabang-cabang setiap pohon itu menutupi sinar matahari yang masuk kedalam hutan. Bagaimana aku bisa sampai di sini? Pikirku hal itu terus berulang-ulang berputar dalam otak ku sehingga aku tidak bisa berfikir apa-apa lagi. Aku melihat di sekitar ku, seluruh nya nampak sama. Dimana ini? Apa yang harus aku lakukan?
Aku berjalan menuju selatan, aku berjalan terus melewati semak-semak nya yang sangat lebat. Aku baru menyadari aku tidak memakai piyama tidurku lagi. Dan aku juga tidak memakai alas kaki. (Jangan berfikiran jorok dulu Vale masih mengenakan baju). Aku terus berjalan, tetapi yang aku temukan hanya, aku kembali ke bagian hutan dimana aku bangun tadi. Aku mulai kebingungan....
Aku berjalan kearah timur, aku melewati rumput-rumput liar yang berduri membuat gaunku sedikit sobek, dan kakiku terluka karena duri-duri itu. Setelah lumayan lama berjalan... Aku kembali dimana tempatku terbangun lagi. Aku sangat yakin aku kembali karena ada dua buah pohon kembar disebelah tenggar nya. Aku berputar-putar kebingungan. Jadi arah mana ? Aku mulai frustasi. Aku mengambil arah timur laut tetapi aku kembali lagi ketempat semula aku berasal. Ini benar-benar sengat menjengkelkan. Dan akhirakhirnya aku mengambil jalan diantara dua pohon kembar itu. Aku melewati semak-semak berduri dan pohon-pohon besar tampak berwarna hitam. Aku pikir ini lah jalannya. Tetapi aku terjebak dalam sebuah rawa hisap, di dalam rawa itu seperti ada yang menarik kakiku. Aku menjerit, "ahhhhh.....!!!! Tolong!!! Tolong aku." Tetapi sepertinya tidak ada orang di dalam hutan ini selain aku. aku mencoba untuk keluar tetapi malah aku terhisap lebih cepat. Aku melihat ada sebuah Batang pohon yang menjulur di dekat rawa. Aku menariknya sekuat tenaga. Dan akhirnya aku berhasil keluar dari rawa hisap menjijikan itu.
Di kakiku tertinggal sebuah bekas cakaran oleh kuku aku rasa. Sangat perih dan kakiku berdarah. Aku duduk sebentar di samping rawa hisap itu. Aku menyobek sedikit gaunku dan daun-daun untuk membalut lukaku. Setelah rasa perihnya sedikit hilang aku melanjutkan perjalanan ku.
Aku benar-benar bingung mau kemana. Aku berjalan tanpa arah. Dan aku mendengar suara orang berbicara, tetapi bahasanya sangat aneh dan dari suaranya sepertinya makhluk itu bukan manusia. Suara itu mendekat...
Aku pun lari ketakutan meskipun kakiku masih sakit. Dan aku terjatuh, tetapi aku cepat-cepat bangkit, dan berlari lagi. Sampai aku tidak kuat lagi. Aku duduk dibawah pohon besar. Tiba-tiba ada tangan yang memegang pundakku. Aku lihat tangan makhluk itu Hitam dan berkuku panjang. Aku pun berdiri dan berbalik... "Arggghhh.....!!!" Teriak ku.
Aku melihat sosok makhluk hitam dengan kukunya yang lumayan panjang. Juga taring dimulutnya yang sangat mengerikan. Ia botak dan bersayap kelelawar. Aku rasa ia juga memiliki ekor.
"Arrrgghhh...!!!" Teriak ku lagi. Aku berlari kearah sebaliknya. Tapi tampaknya teman-teman nya sudah mengepung ku. Mereka sedikit terbang, jadi aku berusaha lari dari kepungan mereka dengan sedikit menjongkok. Tapi salah satu dari mereka berhasil mendapatkan aku Dangan ekornya. Aku sangat ketakutan sampai tidak bisa berteriak lagi. Ia mendekatkan tubuhku lalu mengendus-endus aku. Ia lalu seperti berkomunikasi dengan teman-teman nya.
Lalu aku tidak tau apa yang berusaha mereka katakan tapi mereka membawaku terbang. Mereka terbang menuju arah tenggara. aku berteriak lagi sekuat tenaga. Aku tidak sadar ketika itu air mataku mulai menetes.
Tiba-tiba, ada seekor naga yang terbang mendekati makhluk-makhluk itu dan tentunya aku yang sedang di bawa menggunakan ekornya. Itu naga yang sama yang kutemui bersama kiing Edward. Naga itu mendekati makhluk-makhluk yang menangkap ku dan melawan makhluk itu. Makhluk itu seperti tidak berdaya. Naga itu mengalahkan makhluk-makhluk itu dengan mudah. Tetapi salah satu makhluk yang membawaku berhasil melarikan diri, ketika makhluk-makhluk itu sibuk melawan naga.
Aku tidak tau harus bagaimana lagi. Apakah aku akan termakan oleh makhluk hitam ini. Atau termakan oleh naga. Atau kah keberuntungan akan memihakku dan aku berhasil menyelamatkan diri.
Hutan itu tampak sangat luas jika dilihat dari atas. Di selatan hutan itu ada sebuah gunung es yang besar. Nampaknya makhluk ini menuju kesana.
Tetapi ada yang mengehentikan laju makhluk ini, aku menoleh dan ternyata naga itu sudah berada di depan. Ia mengaum, dan menebas makhluk itu sampai jatuh dengan ekornya. Aku ikut terjatuh, aku jatuh dengan sangat cepat, dan jatuh dalam hutan. Batang-batang pohon itu membuat banyak luka di wajah dan tanganku. Dan aku pun mengenai tanah. Rasanya badanku sudah remuk sampai tidak mampu bergerak lagi, hingga aku menutup mataku.
Ketika aku merasakan sentuhan hangat matahari di pipiku. Aku kaget dan terbangun. Sesuatu yang lebih mengagetkan lagi. Aku terbangun di atas tempat tidur dan kamar indahku.
Miranda mengetuk pintu lalu masuk. "Ahhh anda sudah bangun tuan putri... Selamat pagi..." Ucapnya dengan hangat. Aku sangat kebingungan aku menoleh ke kanan dan kerkiri. Lalu aku memukul pipi ku sendiri.
Plakkk....!!!!
"Auuu sakit..!!" Seruku. Aku sadar ini bukanlah mimpi. "Kau tidak apa tuan putri?" Tanya Miranda. Aku hanya menggeleng kecil(sok imut).
Aku pun bangun dari tempat tidurku dan menuju kamar mandi. Tapi ketika berjalan aku merasakan sakit di kakiku. Lalu aku mengangkat sedikit gaunku dan ternyata, ada bekas luka. "Ahhhh.....!!!" Teriak Miranda. Aku kaget dan langsung menuju tempatnya berasal. Dan aku melihat, darah... Ada banyak darah di tempat tidurku tetapi tidak mengotori baju tidurku. Juga ada bunga-bunga mawar putih yang ternoda karena bercak darah. Apa arti semua ini???.