Aku terbangun, dalam gua yang gelap. Sebuah sayap melindungi aku dari kedinginan. Tunggu... Sayap...!! Aku lihat seekor naga sedang tidur di sampingku. Aku sudah tidak merasakan sakit lagi.
Aku mencoba sedikit menggerakkan kakiku, tidak ada rasa sakit samasekali. Aku mencoba berdiri, dan tanpa sengaja aku membangunkan naga itu. Naga itu tidak sebesar yang aku pikirkan, aku pikir itu adalah naga yang sama yang menyerang King Edward waktu itu. Naga itu menatapku tajam dan mengendus kakiku.
Aku ketakutan sampai tidak bisa berbuat apa-apa. Kenapa selalu begini... Aku mencoba menyentuh naga itu. Awalnya aku kira ia sangatlah ganas. Ternyata ia hanya seperti anjing kecil. Lalu ia mengangkat aku dengan kepalanya dan meletakan tubuhku di punggungnya.
Kemudian naga itu beranjak keluar dari gua dan mulai merebahkan sayapnya. Ia membawaku terbang. Aku merasakan angin yang menyapu wajahku. Beginilah rasanya terbang.... Aku merasakan Sapuan awan yang kulewati, cahaya matahari sangat hangat siang ini. Aku merasa aku memiliki sepasang sayap.
Ia menurunkan aku didekat istana Hersh. Aku rasa ia menginginkan aku pulang setelah itu ia terbang menjauh. Aku masuk kedalam istana, aku pergi kekamar ku dan segera menganti pakaianku yang sudah rusak. Tiba-tiba pintu kamarku terbuka ketika aku sedang merapikan rambutku. " Vale,... Dari mana saja kamu?" Tanya King Alfredo, sambil tiba-tiba memelukku. "Hu... Hutan...." Jawabku dengan ragu. King Alfredo hanya menatapku sayu, " apa kau tidak terluka?" Tanya nya lagi. Aku hanya menjawabnya dengan anggukan. "Ada yang ingin bertemu denganmu. Segeralah merapikan rambutmu dan turunlah keryang makan. Kita akan makan siang." Ucapnya sambil menepuk pundakku. Aku hanya mengangguk dan tersenyum kecil. Lalu King Alfredo, berbalik dan pergi.
Aku segera merapikan rambutku. Aku agak kesulitan karena biasanya aku dibantu oleh Miranda. Dan setelah selesai aku segera turun untuk makan siang.
Diruang makan sudah menunggu, King Alfredo, dan seorang wanita. Ia tampaknya masih muda bergaun sutera putih, memiliki rambut merah kecoklatan, tatapan matanya sangat tajam, hingga membuatku merinding seketika. Aku hanya menunduk menatap santapan yang ada di depanku. Aku menunggu King Alfredo memperkenalkan wanita itu, tapi sepertinya yang aku harapkan tidak segera terjadi.
Suasana diruangan itu serasa sangat mencekam karena kehadiran wanita itu. Siapa dia?? Dia terus menatapku tajam selama makan siang berlangsung. Rasanya aku sudah tidak tahan lagi. Aku berdiri dan meminta ijin meninggalkan ruangan. Tetapi King Alfredo tidak mengijinkan aku pergi. Sangat kesal rasanya. Apakah ia sangat tidak menyukai aku hingga ia menatapku terus-menerus membuat aku tidak nyaman dengan kehadirannya.
Lalu kemudian ia berdiri sambil terus menatap aku. " Perkenalkan aku Helena." Ia mendekati aku sambil mengulurkan tangannya. Aku membalas uluran tangannya itu sehingga kami berjabat tangan. Tangannya sangat dingin. Aku merasakan ada aura yang memancar dari dalam dirinya. Ia seperti bukan... Tidak...tidak itu hanya pikiranku saja.
"Vale, kau ajak dia berkeliling istana. Ia adalah tamu disini." Pinta King Alfredo. Aku hanya tersenyum dan membungkuk. Dan menatapnya sekali lagi dan yahhh tentu saja mengajaknya jalan-jalan berkeliling istana.
Ia adalah wanita yang dingin. Kulitnya yang putih pucat menambah kemisteriusan dalam dirinya. Aku merasakan ada sesuatu yang aneh. Dia seperti sangat berbeda. Aku terus menatapnya.
" Apakah kau penasaran Vale?"
"Tidak sama sekali. Maaf kan aku jika sudah membuatmu tidak nyaman."
" Ahh kau penasaran... Mari kita duduk dan berbincang."
Ia pun mengajak aku duduk di kursi taman yang agak panjang. Lalu ia menatapku dan memegang tanganku. Akupun menatapnya dengan aneh dan sedikit perasaan curiga. Apa yang ia coba lakukan padaku?
" Vale, masa lalumu memanglah sangat berat." Ucapnya sambil terus menatap tanganku, ia mengelus lembut punggung tanganku, dengan dua jari.
"Vale, kau... Sebentar lagi kamu akan menghadapnya..." Tambahnya. Aku semakin bingung apa yang ia coba katakan. Ini membuatku sangat kesal.
Aku menarik tanganku " apa yang coba kau katakan? Katakan dengan lebih jelas. Aku sangat tidak paham." Ucapku dengan nada sedikit naik.
Ia menatapku, mata hijau kelamnya itu membuat aku terjatuh dalam kegelapan. Aku melihat bayangan-bayangan yang melintas, aku melihat orang itu bayangan yang berada dikamarku. Aku sangat yakin.
Halusinasi itu membuat kepalaku berdenyut. Aku berdiri, badanku tidak seimbang lalu aku terjatuh. Wanita itu, Helena membantuku berdiri. Ia menyentuh daguku. "Poor Vale, kau masuk ke permainan yang mungkin bisa kau menangkan. Tapi kepolosan mu itu yang dapat menghilangkan kemenangan itu. Kau sangat naif." Bisiknya.
Aku menatap nya sebentar. Aku mencoba mencerna perkataannya. Ia kembali mengajak aku duduk. " Aku Helena, Putri kerajaan Magicorn, kerajaan sihir. Dimana seluruh keluarga istana bisa menggunakan sihir. Untuk kepentingan rakyat tentunya." Aku hanya bingung, kepalaku terus berdenyut. "Coba tebak lah Vale, berapa umur ku?" Pintanya.
Aku mencoba memperkirakan umurnya walau kepalaku tidak bisa berhenti berdenyut. "21" jawabku. Ia tertawa, " aku sudah 61 tahun Vale."aku sangat terkejut ia sama sekali tidak terlihat tua. Kulitnya masih kencang. Disambutnya sama sekali tidak tampak uban. " Lihat... Dunia yang belum kau lihat lebih menakjubkan bukan?" Kemudian ia membuat aku kembali takjub dengan permainan cahaya biru ditangannya. Ia memmutar-mutarkan cahaya itu lalu menghempaskan nya ke salah satu tanaman dihadapannya. Dan kemudian banyak bunga yang bermekaran.
"Aku benar-benar melakukannya Vale. Aku membuat kesalahan besar. Aku menikah dengan Elisa sekarang ia memimpin kerajaan ku setelah membunuh ayahku. Aku yang telah mengajarinya semuanya. Ia menyiksa ku Vale." Ucapnya memecahkan ketakjuban ku padanya. " Sebenarnya apa yang kau inginkan Helena?" Tanyaku dengan menatapnya tajam....
Seketika suasana menjadi hening sejenak. Hanya ada suara angin yang lewat wushhhh....wushhhh...
" Aku ingin kau merebut kerajaanku untuk ku." Jawabnya memecahkan keheningan. " Aku tau kau bisa. Dan hanya kau yang bisa. " Imbuhnya. Aku hanya bisa ternganga dan tertawa kecil. " Aku bahkan tidak bisa membela diriku yang sedang diburu oleh beruang. Aku hampir mati karena jatuh kedalam jurang. Aku bahkan tidak bisa melukai seekor lalat. Apakah kau yakin kau meminta bantuan pada orang yang tepat Helena?" Jawabku. Ia hanya diam... "Aku adalah orang yang lemah Helena. Aku..aku tidak bisa membantumu." Aku pun beranjak pergi meninggalkannya. Tapi ia berhasil meraih tanganku ia menatapku dengan tajam.
" Karena kau sangat lemah hanya kau yang bisa membantuku Vale, karena kelemahan mu itu yang membuat naga itu sering membantumu..!!" Jawabnya dengan sedikit keras. Aku menatapnya dengan bingung. " Bagaimana kau tau tentang hal itu?" Jawabku bingung..
Semuanya menjadi sangat amat membingungkan. Kepalaku berdenyut semakin keras. Apa yang sudah diketahui oleh wanita ini. Ia benar-benar berbeda. Ia benar-benar menakutkan. Awan gelap mulai menyelimuti daerah hersh, sepertinya hujan yang sangat lebat akan mengguyur Hersh....
--------------------