"DRAKA" menceritakan apa yang terjadi pada dirinya juga ayahnya dan skhirnya wargaoun memahaminya.kemudian ia melanjutkan perjalanan menuju ke rumahnya.
slSetelah sampai dirumahnya,"DRAKA"memasuki ruangan dan di dalam ruangan tengah ada dodok seorang ibu yang sudah beruban lebat dengan jalan tertatih ibu itu menghampiri seraya memeluk setengah tidak percaya antara nyata dan tidak."DRAKA" membalas pelukan hangat ibunya yang selalu ia rindukan selama ini begitu juga dengan ibunya yang lama tidak berjumpa dengan anaknya.
Ibunya bercerita tentang spa yang terjadi sepeninggal "DRAKA" dan kelompoknya dalam perburuan dahulu.Ada sekelompok suku pendatang yang sangat jahat,ganas dan beringas berasal dari seberang lautan,meteka merampas semua bahan makanan,membunuh yang menentangnya dan menawan para lelaki dan pemuda dari sukunya("ARGAMIS") untuk dijadikan tawanan dan b***k pekerja di suku pendatang tersebut,yang pada akhirnya diketaui nama suku pendatang itu dengan nama suku"KARKAS"
Mendengar cerita dari ibunya tersebut membuat "DRAKA" menjadi marah dan bersumpah akanmembebaskan warganya yang ditawan oleh suku"KARKAS" kemudian mereka beristirahat setelah melakukan perjalanan dari kampung"SALENKA" menuju "SABRON".
Keesokan harinya mereka mulai berbenah memperbaiki semua kerusakan yang terjadi di desa tersebut.Sebagai pengganti ayanya yang meninggal "DRAKA" dipilih dan diangkat menjadi kepala suku"ARGAMIS" di"SABRON".
Mereka juga melatih anak-anak cara berburu,mengunakan s*****a dan membuat benteng pertahanan sebagai langkah sntisipasi jika ada kedatangan)p*********n dari suku luar seoerti yang terjadi yang lalu,juga membuat tempat pengintaian di setiap ujung desa.
Setelah sekian waktu tenang desa"SABRON"dikejutkan adanya sinyal bahaya yang dikirimkan dari pos-pos pengintaian terluar di desa "SABRON".
"DRAKA" dan kawan-kawannya melakukan persiapan dalam menyambut kedatangan suku dari luar tersebut yang nota bene dulu pernah membuat kerusakan di desanya yaitu suku"KARKAS".
Suku tersebut sering melakukan expansi/perluasan wilayah jajahannya karena suku itu memiliki peralatan perang yang lebih lengkap dan modern dan akhirnya pertempuran tak terelakkan antara suku"KARKAS" melawan suku"SABRON" yang dipimpin oleh "DRAKA".