Pertempuran berlangsung sangat sengit dan dalam waktu yang cukup lama,suku"ARGAMIS" mempergunakan alat perang tradisional sedangkan suku"KARKAS" menggunakan peralatan perang semi modern.semangat jiwa tempur suku"AGAMIS" tidak diragukan lagi dibawah kepemimpinan sang kepala suku yang baru(DRAKA).
peralatan yang tidak seimbang membuat pertahanan di ujung desa mulai lemah danlambat laun suku "KARKAS" mulai merangseng masuk ke dalam perkampungan,setibanya ditengah kampung terjadi perkelahian antara "DRAKA" melawan kepala suku "KARKAS' dan "FRAYA dan NAGRO" melawan pasukan dari suku "KARKAS" tersebut.pertarungan yang semula seimbang antar "DRAKA" melawan musuhnya karena peralatan kalah moden membuatnya mengalami banyak sayatan dan tusukan s*****a yg mengakibatkan "DRAKA" staminanya melemah sebab banyak mengeluarkan darah diseluruh luka ditubuhnya.disisi lain "FREYA dan NAGRO" dengan lincah menghabisi satu persatu pasukan dari suku"KARKAS"..lepasan anak panah dari "FREYA" selalu tepat mengenai musuh-musuhnya,tikaman cakar "NAGRO" membuat pertahanan pasukan musuh porak-poranda.
Dengan luka yang semakin banyak "DRAKA" mulai melemah staminannya dan pada akhirnya kepala suku "KARKAS" mampu mengalahkannya.Sebagai hasilnya smua bahan makanan dan ternak yang ada di kampung"SABRON" dibawa oleh suku "KARKAS' dan menawan 'FREYA dan NAGRO" sebagai tawanan perangnya.
Ini membuat sebuah pukulan terbesar dalam jiwa "DRAKA",dalam kesedihan dan kelemahan ia teringat akan pesan dari "KALAM" sang kepala suku "SALENKA" yang tak lain ayah dari "FREYA".
Ia meniup kalung pemberian dari kepala suku"SALENKA" sebelum akhirnya ia tak sadarkan diri karena banyak luka di seluruh tubuhnya.