Sekar tak ingin ketinggalan satu langkah pun untuk mengiring jenazah sang ayah. Hal itu membuat Toni dalam tanda tanya yang besar. Laki-laki yang juga lebih mendekatkan dirinya untuk bisa mengantarkan sang ayah mertua itu di peristirahatan terakhirnya.
“Riska, tugasmu menjaga Pras, bukan ikut serta mengantar jenazah ayahku.”
“Tidak, aku ingin ikut.”
Toni terhenyak ketika mendengar suara Sekar yang begitu sangat berbeda dengan hari-hari biasanya. Bahkan kecurigaan Toni pun semakin nyata. Pikirannya seolahbersatu dengan praduga yang kini menyelami dasar hatinya.
Namun, Toni masih bersikap sabar, dia tak langsung membuat keributan di acara pemakaman ayahnya itu. Dia membiarkan baby sitter anaknya itu untuk tetap mengikuti kemauan yang begitu terasa aneh di dadanya.
Bahkan tangisan Sekar