Sekar menaruh kembali benda kecil itu di tempatnya, ketika mendengar suara Raja yang menangis begitu sangat kerasnya. Buru-buru untuk segera pergi, menggeletakkan benda itu dengan cepat dan Sekar berlari dengan tergopoh-gopoh.
Melihat sang anak yang popoknya telah penuh. Dia segera menggantinya denganpenuh kasih sayang tiada terkira. Senyum Sekar terpancar begitu sangat menawan. Seolah kesedihan tentang kehilangan ayah yang begitu sangat dicintainya itu pun, berubah seketika menjadi senyum penuh ketulusan. Saat sang bayi memberikan sebuah ketentraman hati.
Hidup terasa begitu berarti, seperti cahaya mentari yang terus memberikan semangat untuk tetap memiliki harapan untuk masa depan. Membelai mesra puncak kepala Raja, Sekar mulai mencoba untuk segera menidurkan anaknya kembali.
Setelah