Dimas yang begitu snagat khawatir dengan kondisi sang istri. Hanum yang diperiksa oleh dokter kandungan itu pun, membuat Dimas yang berada di luar ruangan terus saja merasa sangat panik. Dia takut terjadi apa-apa dengan calon bayinya.
Menunggu dengan pikiran tak menentu. Dimas yang diam namun pikirannya seolah terus saja berbicara. Harapannya tak akan pernah terjadi sesuatu yang buruk kepada istri dan calon janinnya itu.
Beberapa saat kemudian, dokter pun mempersilakan Dimas untuk masuk ke dalam ruangan. Mendengar hal itu, Dimas tak lagi menunggu lama. Dia segera beranjak dari kursi tunggu itu dan melenggang memenuhi panggilan dokter.
Di dalam ruangan itu, Dimas mendapati istrinya yang nampak sangat letih. Wajahnya pun pucat pasi. Sebelum Dimas mengobrol dengan dokter, dia memilih untuk