Persyaratan yang diajukan oleh Fani seolah membuat Ningrum terus saja berpikir tanpa henti. Kediamannya membuat pikiran itu terus saja berputar. Dia tak mau bila harus menuruti sebuah syarat yang sangat memberatkan bagi hatinya.
Toni adalah laki-laki yang dicintainya. Bahkan selama pernikahan, Ningrum sama sekali tak pernah mengurangi rasa cintanya pada sosok Toni yang selalu bisa membuatnya merasa nyaman. Namun, kini seakan semuanya di ujung tanduk.
Sebuah paksaan untuk melepaskan cinta bukanlah hal mudah. Perlu sebuah pemikiran yang tak sebentar. Melihat Fani yang kini menjadi istri dari suaminya membuat Ningrum pun semakin tercekik hatinya.
Siapa yang ingin berbagi suami dengan sahabatnya sendiri. Semua seperti tamparan keras yang mengguncang jiwa. Bahkan kini sahabat yang pernah dit