“Kehamilanku sepertinya tidak ada masalah, aku tidak merasakan apa pun.”
“Untuk lebih meyakinkan aku akan menanyakan pada dokter.”
Tatapan Fani pada Toni seketika berubah. Ada semburat ketidak tenangan yang menghiasi rona di pipinya. Mulutnya tampak terkatup namun seperti ada sesuatu yang mengganjal ditenggorokannya.
“Ton, aku ingin makan sate yang ada di pojok kompleks rumah kita, sepertinya ini keinginan anakmu.”
“Gak mau sate yang dekat di sini?”
“Tidak, aku ingin sate itu, kamu belikan sekarang, ya.”
“Aku akan menyuruh anak buahku untuk membelikannya, supaya aku bisa tetap menjagamu di sini.”
“Jangan, anak kita mau ayahnya sendiri yang membelikan bukan orang lain.”
“Terus apa bedanya, yang penting kan satenya beli di pojok komplek rumah kita kan?”
“Ton, aku ini nyidam, dan kam