Dimas tak menyangka jika suster menghentikan langkahnya. Wanita itu menatap Dimas dengan wajah yang tampak sangat serius. Dimas pun melihatnya dengan tatapan yang membingungkan, karena pikirannya masih saja ingin mengejar Sekar.
“Pak Dimas, bu Hanum mencarimu, segera temudi dia, sepertinya bu Hanum butuh semangat, Pak.”
“Baik, Sus.”
Pikiran itu pun harus berbelok arah. Bahkan saat Dimas menatap ke arah Sekar. Dia sudah tak mendapati lagi wanita yang memakai kursi roda tadi. Dimas kehilangan jejak. Meskipun begit, kini Dimas dalam kepanikan dengan apa yang dikatakan oleh Suster.
Dimas segera berlari untuk segera bertemu dengan istrinya. Dia mengalihkan pikirannya dari mengejar Sekar untuk bisa fokus dengan kesehatan Hanum.
“Sayang, kamu tidak apa-apa, kan?”
“Bagaimana anak kita, Mas?”