Tapa disengaja, Sekar menyeggol tongkatnya hingga jatuh ke lantai. Sehingga menghasilkan suara yang mengagetkan Teguh yang sedang berbicara bersama bude. Sekar pun kesulitan untuk mencari di mana letak tongkatnya.
Tak hanya itu, Raja yang mendengar suara riuh itu pun terbangungun dari tidurnya. Dia menangis dengan sangat keras. Hal itu semakin membuat Sekar tambah bingung. Dia tak tahu mana dulu yang akan diraihnya.
Mencari tongkat dulu atau menolong sang anak yang sedang menangis dengan sangat keras itu. Tak lama, Teguh memasuki kamae dan mendapati Sekar dalam kesulitan. Dia segera mengambilkan tongkatnya yang terhias di lantai.
Sekar menitikkan air matanya. Dia merasa seperti orang yang tidak berguna sama sekali. Dia tak bisa menolong dirinya sendiri, apalagi harus melindungi anaknya.