Sekar yang diselimuti dengan kepiluan itu membuat isi kepalanya terasa hitam semua. Dia tak lagi bisa berpikir jernih. Perlakuan yang tidak baik dari bude membuatnya merasa sangat bosan. Sekar dengan segala kekurangan, membuat hatinya sekarang penu untaian rasa sakit yang tak mudah untuk bisa ditepis begitu saja.
Sekar melangkah dengan tongkat yang terus tergenggam di kedua tangannya. Mencari sesuatu yang kini telah memenuhi hitam pikirnya. Sayangnya, Sekar tak mendapati apa pun. Dia masih saja mencari dalam kegelapan itu.
Sekar semakin putus asa, seperti tak ada harapan lagi dalam kehidupan yang akan terus dijalaninya. Seolah pelangi tak akan pernah hadir kembali di tengah badai yang menerjang dengan dahsyatnya. Sekar terisak. Air matanya luruh, membasahi kegundahan yang begitu sangat m