Abang Hadi seorang pria yang menurut suamiku pekerjaannya adalah seorang mediator proyek pertambangan.Tiap bulan dia sering pergi pulang Jakarta - Lombok untuk keperluan meeting atau bertemu klien untuk membicarakan sekitar hasil proyek, maupun mencari investor pembiayaan proyeknya begitulah kerja abang sekilas cerita suamiku.
Abang berasal dari Sumbawa,Nusa Tenggara Barat tapi tinggal di Mataram,Lombok yang juga di propinsi Nusa Tenggara Barat hanya beda pulau menurut suamiku.
Suamiku memang hobbinya jadi juru potret alias tukang foto.Saat itu ada kontes audio juga di acara klub otomotif yang suamiku juga sebagai anggota.Saat itu abang Hadi kebetulan sedang ikut menonton pameran yang diadakan klub otomotif kami karena hotel tempatnya menginap tak jauh dari lokasi.Saat menonton itulah dia dibantu diberi penjelasan oleh suamiku dan singkat cerita mereka berkenalan bertukar nomer ponsel dan mulai berteman.
Suamiku berkata jika suatu hari punya keinginan ke Lombok dan Sumbawa untuk memotret di sana , dan abang Hadipun berjanji jika kami kesana dia akan menjadi tour guide dan membawa kami mengelilingi pulau Lombok maupun Sumbawa mengunjungi tempat yang indah agar dapat diabadikan oleh suamiku.
Hingga kami bertiga sering bertukar pesan dengan aplikasi hijau ataupun bermain game di aplikasi game bersama saat abang kembali ke Lombok.
Suatu sore saat aku dan suamiku mengobrol dia bilang kepadaku
"Ma,aku pengen ngomong serius."
Aku agak heran karena tidak biasanya suamiku bicara seserius itu jika tidak ada yang benar-benar penting.
Aku langsung menghadap ke arah suamiku.Mau ngomong serius apa pa?
"Menurut mama bagaimana abang Hadi?"
Aku diam sesaat mengkerutkan keningku dan berfikir apa maksud suamiku bertanya abang Hadi bagaimana.
"Maksud papa apanya yang bagaimana"
"Maksud papa menurut mama abang Hadi itu seorang pria yang bagaimana kepribadiannya"
" Ah itu,enak sih diajak ngobrol, orangnya lumayan seru.Apa abang Hadi belum berkeluarga pa diusia yang menurut mama sama dengan kita?Karena setau mama dari cerita papa kan abang Hadi kost selama ini di Lombok"
" Iya ma, dia kost karena sudah menduda selama kurang lebih tujuh tahun.Dia tiga kali menikah dan ketiganya selingkuh saat dia sibuk mencari nafkah.Mereka hanya peduli dengan uang abang bukan cinta begitu sih cerita abang ke papa."
" Wah itu sih mantan istrinya aja yang tidak menghargai perjuangan suami atau memang matre dari awal menikah tujuannya cuma morotin abang kalau begitu.
Tapi kenapa papa nanya tentang bagaimana abang Hadi menurut mama?papa ada masalah dengan abang Hadi?" tanyaku lebih lanjut karena setahuku suamiku tidak terlibat bisnis apapun dengan abang Hadi.Mereka hanya sekedar berteman biasa
"Tidak ada ma,cuma lagi mikir saja kepribadian abang Hadi itu gimana?mikir kelebihan dan kekurangannya."
"Buat apa pa mikirin itu?toh kita ngak ada bisnis dengan dia"
"Iya sih ma,cuma papa tertarik untuk kenal dengan abang Hadi lebih dalam biarpun tidak sedang berbisnis dengan dia karena papa punya pemikiran tersendiri siapa tahu suatu saat kita butuh bantuannya"
"Terserah papa la namanya mau nambah teman ya silahkan asal jangan berbisnis tanpa alasan hanya karena ingin bantu seseorang"
"Mama berangkat dulu ya pa ke rumah sakit."
"Oke ma, hari ini ada jadwal jaga tidak?."
"Sepertinya jaga pa.Dokter Radit hari ini izin mau nganterin kakaknya ke Bandung.Dan mama kasi izin ke dia.Jadi mama harus gantiin dokter Radit"
"Ya sudah kalau gitu, papa juga mau ke kantor periksa stok dan pembukuan" .Kantor yang dimaksud adalah tempat katering kesehatan milik suamiku.
"Oke pa, kita ketemu besok ,jangan kangen sama mama ya" jawabku menggoda suamiku dan mas Herman seperti biasa tertawa keras tiap aku mengganggunya dengan lebay.
Suamiku memiliki katering kesehatan khusus untuk makanan orang berkebutuhan khusus misalkan penderita penyakit kanker, diabetes atau yang lebih dikenal kecing manis, ginjal, celiac, gerd , anak autis dan lain sebagainya.Jadi pelanggannya butuh pelayanan khusus dengan pantangan makanan yang berbeda-beda untuk penyakit tersebut.
Kerja di bidang ini benar-benar harus fokus tetapi tetap harus berinovasi karena biarpun mereka sakit mereka pasti tetap berharap bisa tetap menikmati makanan seperti orang yang tidak sakit pada umumnya.
Itulah yang membuat kami harus tetap berinovasi sesuai trend kuliner kekinian tapi dengan modifikasi bahan semirip kuliner umumnya.
Kami benar-benar dituntut teliti dan sabar menghadapi konsumen dengan penyakit yang bermacam-macam ini.Mereka terkadang rewel, pemarah, dan macam-macam tabiat lainnya yang harus dimaklumi disebabkan mereka sudah stress karena penyakitnya
Awalnya aku yang mempunyai ide ini dikarenakan banyaknya pasienku yang membutuhkan katering seperti ini tapi sangat sulit mendapatkannya di Indonesia.
Akupun melihat peluang ini dan membicarakan hal ini dengan mas Herman.Kami pun sepakat merintis usaha ini dengan aku hanya sebagai konsultan dikarenakan tugasku sebagai dokter tidak mungkin mengurusi bisnis ini sepenuhnya dan mas Herman sebagai pemilik sekaligus yang menjalankan bisnis ini.
Bisnis ini berkembang dalam waktu singkat.Hanya butuh waktu setahun untuk membangunnya dan mulai dapat banyak kepercayaan konsumen hingga sekarang sudah tahun kesepuluh yang semakin bertambah maju hingga mas Hermanpun memutuskan mulai terjun total di bisnis ini, sebelumnya suamiku juga bekerja sebagai design grafis paruh waktu di sebuah tabloid ibukota.
Tiap hari suamiku pasti sibuk ke tempat kerjanya hingga sore.Memeriksa stok, belanja kebutuhan produksi, juga mengawasi semua bagian mulai daro bagian dapur, bagian pengemasan, hingga bagian pengiriman.
Aku kalau sedang jaga di rumah sakit juga tidak pulang jadinya kami akan bertemu keesokan harinya saat sarapan atau kalau aku pulang lebih siang kami bertemu saat makan malam.Kami sangat jarang bisa makan siang bersama karena kesibukan masing-masing.
Kami menikmati pernikahan kami dan saling melengkapi satu dengan yang lain biarpun kami tidak dikaruniai anak hingga saat ini.
Kami berdua mempunyai pemikiran yang sama bahwa pernikahan akan menjadi sempurna saat buah hati hadir tetapi seandainya Tuhan belum memberikan rejeki itu kepada kami juga tidak apa-apa karena banyak anak di panti yatim piatu yang membutuhkan orangtua asuh hingga membuat kami memutuskan menjadi orang tua angkat untuk 5 orang anak yatim
Mereka tidak tinggal bersama kami.Mereka tetap tinggal di asrama yatim karena memang panti tersebut tidak memperbolehkan anak pantinya diadopsi sehingga kami hanya menjadi donatur tetap dan orang tua angkat kelima anak tersebut.Mereka tetap bisa kami ajak jalan-jalan bahkan menginap dirumah kami hanya status hukumnya yang tidak bisa diadopsi
Tak masalah akan hal itu yang penting mereka tidak kekurangan dan bisa sekolah hingga perguruan tinggi
Aku sangat berharap mereka jadi orang yang sukses supaya mereka bisa juga bisa membiayai adik-adik mereka di panti di kemudian hari, begitu seterusnya