Hari ini aku pulang lebih siang dari jadwal karena kebetulan tadi di rumah sakit ada pasien darurat yang seharusnya ditangani oleh dokter Radit tapi karena aku yang memberinya izin cuti jadinya aku harus menangani pasien itu dahulu menggantikannya sebelum bisa pulang.
Aku bersiap membereskan semua peralatanku, memasukkannya dalam tas kerja, melepas snelli , lalu masuk ke kamar mandi yang ada di ruanganku untuk mencuci muka karena aku mempunyai tipe kulit berminyak.Berganti baju dengan yang lebih santai itu kebiasaanku setelah selesai kerja.
Selesai aku memeriksa semua ruangan dan berpesan kepada suster juga bertanya jadwalku esok hari aku berjalan pelan meninggalkan ruanganku melewati beberapa ruangan lain dan turun dengan lift ke lantai dasar.
Badanku rasanya capek sekali hari ini.Ingin memanjakan diri ke salon tapi mata ini lelah akhirnya kuputuskan pulang saja.Biarlah nanti ke salon kalau ada waktu aja.
Aku mengklakson dua kali pintu gerbang rumahku dan pak Mul kulihat segera membukakan pintu aku memajukan mobilku perlahan menuju tempat parkirku biasanya dan kulihat mobil mas Herman sudah tidak ditempatnya.Aku menghela napas dan berkata dalam hati kasihan suamiku harus sarapan seorang diri tadi pagi karena aku masih bekerja.Ada sedikit rasa bersalah tapi ya ini kewajibanku sebagai seorang dokter.
Mas Herman sudah berangkat kerja kalau jam segini.Jadinya aku makan antara pagi dan siang ini sendirian setelah membersihkan diri terlebih dahulu saat tiba di rumah.Setelah makan aku kembali naik tangga dan masuk ke kamar kami , berusaha istirahat memejamkan mata.Badanku lelah hari ini.
Saat aku baru terlelap telingaku seperti mendengar hp yang kuletakkan diatas nakas samping tempat tidur bergetar.Aku diamkan saja awalnya.Tapi berulang kali bergetar berarti ada yang penting atau mas Herman pasti yang menelpon.Aku membuka mata dan mengambil hpku ternyata suamiku yang melakukan panggilan video call.
Tombol bergambar gagang telpon kugeser dan menerima panggilannya.
Tampak wajah suamiku diruang kantornya sambil tersenyum menyapaku
"Hai sayang maaf ya ganggu tidurnya, capek banget ya sayang ,jam berapa tadi pulang?" tanya suamiku lembut
"Jam 10 pa, tadi ada pasien darurat jadi nanganin dulu sebelum pulang karena dokter Radit izin.Jadinya telat deh mama pulang.Kita jadi ngak bisa sarapan bareng deh" kataku sedikit menyesal
" Iya sayang ,ngak apa-apa kan papa juga sudah tahu kalau telat pasti karena ada pasien tambahan.Sudah maklumlah papa.Jadi kita hari ini ketemu makan malam nanti ya"
Tiba-tiba aku mendengar suara pria didekat suamiku yang bertanya apa jadi akan keluar.Dan aku melihat suamiku menengok ke arah lain dan menjawab iya "Jadi bang sebentar selesai aku telpon ibu negara ini"
Suamiku selalu menyebut aku sebagai ibu negara ke teman-temannya.
"Ma, lihat ini ada abang Hadi baru datang dari Lombok.Tadi papa minta pak Di jemput abang ke airport" terang mas Herman kepadaku sambil membalikkan arah layar hp ke arah abang Hadi yang sedang duduk di sofa kantor suamiku
"Hai ,abang.Apa kabar?Baru datang ya" tanyaku menyapa dan berbasi - basi dengannya
"Hai juga bu dokter, iya nih baru datang dari Lombok.Ada sedikit kerjaan disini.Aku pinjam suaminya sebentar ya " kata abang Hadi menjawab sapaanku
"Iya bang, silahkan.Pinjam lama juga gakpapa kok asal sesuai dengan harga" candaku dan kulihat abang Hadi tertawa.Lalu layar hp berbalik ke wajah pemiliknya.
Kulihat suamiku memelototkan matanya sambil menjawabku dengan nada kesal dibuat-buat
"Emang kamu sewakan aku kayak ember ya.Enak aja" dengus suamiku
Hahaha aku tertawa.
"Lumayan kan dapat tambahan duit"
Kulihat suamiku melotot dan tangannya menjitak kepalaku dilayar hp seperti kebiasaannya jika sedang aku ganggu saat kami bertelponan
"Ma, jangan lupa nanti mbak Atin suruh masak makan malam lebih banyak ya karena papa mau ajak abang Hadi makan malam dirumah dan menginap sekalian daripada tidur di hotel lumayan biar ada teman dirumah.Sekalian tolong minta mbak Atin bersihkan kamar tamu ya"
Aku terdiam sesaat lalu aku mengangguk sambil menjawab mas Herman "Siap melaksanakan perintah pak bos"
Hahaha kulihat mas Herman tertawa karena jawabanku atas perintahnya tadi
"Ma, papa keluar makan siang dulu ya dengan abang Hadi.Mama mau dibeliin sekalian tidak,?Kalau mau nanti biar pak Di papa suruh pulang kerumah antar makanannya"
" Tidak usah pa barusan saja mama makan masih kenyang kataku sambil mengusap perut.Ya sudah keluarlah makan dulu sudah jam dua belas siang tuh nanti papa jadi kurus kalau kurang makan kataku sambil tertawa" itu selalu candaanku menggoda suamiku saat dia pamit keluar makan.
Suamiku ikut tertawa sambil tangannya menjitak kembali layar hpnya seolah-olah sedang menjitak kepalaku.Lalu tiba-tiba layarnya bergoyang dan berganti arah ke arah abang Hadi yang melambai kepadaku "Hai bu dokter.Ijin ya menculik masmu.Kami pergi dulu ya bu dokter"pamitnya
"Iya bang, sudah sana keluar makan jangan ngobrol terus" dan layar berganti arah kembali ke wajah mas Herman.
"ya sudah ma ,kami jalan dulu ya, sana kembali ke pulau kapuk.Bye"kata suamiku
"bye"
dan panggilanpun berakhir.Aku menggeliat meluruskan punggung lalu kembali memeluk guling sambil memejamkan mata.Tapi otakku tetap berfikir kenapa suamiku gampang akrab sama abang Hadi dan hal itu diluar kebiasaan dan sifat suamiku
Kami juga tidak punya bisnis yang ada hubungannya dengan bisnis abang Hadi.Lagipula suamiku sepertinya ada niat dan keinginan ingin mengenal dan berkawan lebih jauh dengan abang Hadi.
Apakah suamiku ada niatan ingin juga merambah bisnis tambang.Ah sepertinya tidak mungkin tapi baiknya nanti aku tanyakan saja ke dia daripada aku menduga-duga sendiri.
Rasa kantuk lebih kuat akhirnya akupun tertidur kembali hingga menjelang sore.
Aku meluruskan punggung kembali lalu bangun dan melihat jam di hpku sudah pukul tiga lewat sepuluh menit.Aku segera duduk dan bersiap hendak cuci muka sebelum turun ke bawah.
Aku ingat nanti kan suamiku hendak mengajak abang Hadi makan malam dan menginap disini.Segera aku keluar kamar dan turun tangga menuju ke belakang hendak mencari mbak Atin untuk memberitahukan kalau nanti akan ada tamu makan dan menginap disini.
Ternyata mbak Atin tidak ada didapur.Maka akupun menuju kearah kamarnya biasa jam segini mbak Atin sedang menyetrika pakaian sambil mendengar radio.Dan ternyata benar, disana ada mbak Atin dan Laras sedang menyetrika pakaian dan bergoyang pinggul mengikuti irama musik dari radio di telpon genggamnya
Akupun tersenyum melihat mereka bergoyang.Laras adalah adik sepupu mbak Atin yang diajak ikut kerja disini dibawah pengawasan mbak Atin.
"Eh ada mbak dokter, aduh malu saya"mbak Atin tiba-tiba berhenti bergoyang pinggul karena melihatku yang sudah berdiri didepan pintu kamarnya
Akupun tersenyum sambil berkata
"Kok berhenti Tin?Ayo lanjutkan lumayan buat hiburan saya"
"Ah mbak dokter godain aja nih" jawab mbak Atin malu-malu