Untuk pertama kalinya Agam mencoba naik bis kota, sebelumnya ia hanya berjalan kaki menuju kampus karena takut salah naik bis dan tidak sampai tepat waktu.
Sebelumnya ia diberitahu temannya untuk naik bis yang benar agar lebih cepat datang ke kampusnya, dengan baju dan tampilan unik yang dipakainya ia sangat bersemangat menunggu bis datang, karena ini pertama kali dalam hidupnya untuk menaiki bis kota.
"Semoga Bima dan Putra nggak berbohong soal bis itu" gumam Agam sembari duduk di halte bis. Tiba tiba ada mobil berhenti tepat di depan nya dan membuka kaca mobil itu, ternyata itu Ariel, teman sekelasnya.
"Hey! Ngapain kau duduk disitu? Bukannya kau ingin pergi ke kampus? Apa kau mau bolos?" Ejek ariel.
"Ya nggak lah! Akuu lagi nungguin bis, apa kau nggak bisa liat?" Balas Agam kesal.
"Hahaha, kau nungguin bis apaan? itu jurusan ke tempat lain, apa kau tidak tau?"
"Hah? Tapi teman teman ku yang bilang harus naik bis itu biar lebih cepat datang ke kampus."
"Dasar anak culun bodoh, kau itu lagi ditipu teman teman kau."
"Hah? Yang benar? Duh udah jam segini lagi, aku harus lari kalau begini." Ucap Agam kesal.
"Naiklah, akan ku beri kau tumpangan gratis." Ajak Ariel
"Serius? Ah terimakasih kak Ariel."
"Jangan panggil aku kak dasar mata empat jelek, aku bukan kakak mu."
"Iya iyaaa, dasar cewek galak."
Mobil melaju santai ke arah kampus, diperjalanan Ariel selalu tertawa kecil mengejek tampilan Agam yang unik, rambut hitam berponi dengan kacamata bulat yang lucu dan ditambah baju suspender yang ia pakai membuat Agam terlihat sangan culun.
"Kau itu sebenarnya umur berapa sih? Tampilanmu kaya anak SD, hahaha." Ejek Ariel
"Enak aja, aku udah 20 tahun. Udah gede tau, ini pakaian kesukaanku yang dipilihkan kakaku dulu." Umpat Agam
"Hahaha iya iya, memang bagus kalau ada anak unik di kampus."
"Dasar nenek penyihir." Gumam Agam
"Kau bilang apa tadi?"
"Enggak, aku gak bilang apa apa. Pengengaranmu aja mungkin yang terlalu sensitif."
"Awas aja kau ngejek aku lagi, ku lempar kau keluar dari mobil."
"Eh jangan, bisa mati aku."
"Aku heran, apa kau belum pernah naik bis sebelumnya? Sampai nggak bisa bedain bis arah ke kampus sama tempat lain?"
"Belum pernah sama sekali, biasanya aku jalan kaki. Aku itu miskin, jadi banyak yang nggak pernah aku lakuin."
"Kau itu miskin apa anak manja sih? Tampilanmu keliatan seperti anak orang kaya yang manja."
"Eh? E.. enggak kok, aku anak miskin. Jangan nilai orang dari tampilannya dong."
"Yaudah iya aku percaya, gih keluar. Kita udah sampai, apa kau betah di dalam mobil ya? Jangan jangan ini pertama kali kau naik mobil."
"Iya iya aku keluar, emang iya aku baru pertama kali naik mobil. Dasar cewek galak."
Merekapun berjalan menuju kelas dan duduk di bangku masing masing, Agam yang kesal sama temennya karena udah nipu dia langsung marah marah.
"Kalian ngerjain aku ya? Aku udah nungguin bis dihalte tapi ternyata itu bis yang salah, kalian sengaja biar aku telat ya?"
"Kenapa sih dateng dateng langsung marah? Santai aja kali. Sekali kali kau telat kan, jadi orang jangan terlalu disiplin dong." Jawab Putra
"Betul tuh gam, lagian kau pintar aja enggak tapi maunya disiplin terus. Itu pelajaran dari dosen masuk ke otak gak sih hahaha." Ejek Bima
"Tapi kok kau bisa dateng cepet sih, harusnya kan kau telat?" Tanya Putra
"Kalian ini temen apa bukan sih? Malah ngeledekin aku mulu. Beruntung tadi ada Kak Ariel yang ngasih tumpangan, kalo enggak sampe jam berapa aku di kampus!"
"Wah beruntung banget kau dikasih tumpangan cewek tomboy itu. Diapain aja kau haha." Ejek Bima
"Denger denger belakangan ini dia putusin pacarnya gara gara pacarnya itu miskin loh, dasar cewe matre emang." Sambung Putra
Dosen yang sedang mengajar langsung marah melihat mereka bertiga yang sedang asik berbicara soal Ariel.
"KALIAN YANG DIBELAKANG JANGAN BERISIK! KALAU MAU NGERUMPI JANGAN DIKELAS!"
"I.. iya pak maaf." Jawab mereka serentak.
Kelaspun akhirnya selesai dan semua mahasiswa keluar untuk beristirahat menyisakan mereka ber empat, akhirnya Putra mengajak Bima dan Agam untuk ke kantin.
"Eh emang si Ariel selalu di kelas saat jam istirahat ya? Apa enggak lapar dia? Masa nggak lapar tiap hari?" Tanya Agam ke Putra dan Bima.
"Dia memang selalu begitu kan? Nanti juga dia pergi ke perpustakaan. Entah lah, kenapa dia enggak pernah punya temen." Jawab Putra
"Aku ajak aja dia sama kita ya?" Tanya Agam dengan polosnya, dan beranjak ke Ariel yang tengah asik mendengar musik dengan earphonenya.
"Heii udah gausah pikirin dia, yok ke kantin." Jawab putra sambil menyeret Agam dan Bima keluar dari kelas.
Ternyata Ariel tidak benar benar mendengarkan musik, ia hanya menempelkan earphonenya di telinga sambil bermain handphone. Setelah mereka keluar dari kelas, Ariel tersenyum kecil mendengar bahwa Agam ingin mengajaknya ke kantin bersama.
"Orang yang aneh" gumam Ariel.
Dikantin Putra dan Bima mulai memakan makanan yang mereka pesan sembari mengobrol soal wanita wanita cantik yang mereka kagumi di kampus itu. Berbeda dengan Agam yang mulai berfikir soal Ariel yang selalu menyendiri dan rumor tentang dia memutuskan pacarnya hanya karena pacarnya miskin.
"Woy kau ngapain melamun? Enggak lapar kah? Atau memikirkan si wanita tomboy itu? Hahaha." Kata Putra
"Ah ng.. enggak kok, aku cuma ingat kalau aku ketinggalan barang di kelas. Bentar ya aku ambil dulu." Balas Agam
Lalu Agam bergegas kembali ke kelas, namun Putra dan Bima hanya geleng geleng kepala, tidak biasanya Agam Begini.
Bersambung . .