Kesembilan anggota tim 13 datang berkumpul di satu tempat, Calista menjelaskan pada mereka mengenai cara mengendarai perahu, jalur yang akan mereka tempuh, dan pertolongan pertama. Semua hal tersebut sudah tertulis di prosedur yang dibaca Calista sehingga ia tinggal menjelaskannya.
Pelampung pun akhirnya mereka kenakan, satu persatu dari mereka mulai menaiki perahu yang akan mereka kemudikan untuk berlomba. Dan saat yang telah ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba.
"Lomba perahu di mulai!"
Cathabell menarik tuas perahu tersebut, dan seketika kapal yang di kendarai kesembilan orang tersebut kecuali Bu Linda pun akhirnya bergerak.
Mereka berjalan mendahului lawan mereka, dan mengelilingi pesisir pantai.
Terlihat papan bertuliskan 'Rute 1' terpampang jelas pada pinggiran air tersebut. Dan tak lama, lawan mereka tiba-tiba tepat berada di depan.
Alaric yang mengendalikan perahu tersebut merasa gerah saat lawan mereka mendahului.
Dia melepas pelindungnya, dan seluruh kancing kemejanya, lalu mengenakan sebuah kaos putih bersih.
"Semuanya bersiap! Kita ngebut!" Tanpa persetujuan dari para sahabatnya.
Alaric segera menekan tombol turbo pada samping kemudi, dan alhasil mereka berhasil mendahului musuh mereka yang tertinggal jauh di belakang.
"Alaric kita sudah jauh di depan! Cepet turunin kecepatannya!" teriak Undrew ketakutan. Dia berpegang erat pada kursinya, dan sama sekali tidak berani untuk melepaskannya.
Alaric menyengir, seakan-akan omongan dari Undrew hanyalah sebuah angin lalu. Dia tetap mengemudikan perahu tersebut dengan kecepatan penuh.
Semua teman-temannya bingung dengan sikap Alaric saat ini. Apa yang sebenarnya terjadi pada sahabatnya ini.
Tak lama tanda simbol air dengan beberapa lengkungan keluar tepat di kening Alaric. Petra yang tanpa sengaja melihatnya segera memasang wajah panik.
"Jiwa Poseidonnya! Astaga efek laut bikin dia jadi kayak begitu!" teriak kencang Petra.
Semua yang berada di kursi penumpang saat ini memasang tampang ketakutan. Jika jiwa poseidonnya bangkit. Maka bisa-bisa jika diteruskan, jiwa Lucifer akan terbangkitkan juga dan tentunya hal tersebut menghasilkan kefatalan bagi tim mereka.
Suara mesin semakin lama semakin kencang. Mereka semua berteriak ketakutan. Undrew memegang tangan Cathabell yang duduk di sebelahnya.
Hera memegang tiang dengan sangat erat, dengan Petra yang berusaha berbicara padanya agar tidak takut.
Ken memegangi Kay agar tidak terjungkal ke depan. Dia tidak bisa membayangkan jika gadis yang memiliki penyakit seperti Kay harus masuk dalam perahu berbahaya ini.
Lucas melihat semuanya, dia tidak mau membuang kesempatan untuk menyelamatkan Calista. Dia menoleh ke arah Calista dan melihat sebuah es melekat pada tangannya dan kayu kapal.
Calista memandangi dirinya dengan tatapan kebingungan. "kau mau menggunakan es ini juga?" tanyanya. Lucas dengan terpaksa mengangguk, dan kehilangan kesempatannya.
Cewek di sebelahnya ini terlalu tidak butuh bantuan, seakan-akan semua kekuatan dia dapat dipakai untuk segala kejadian.
Calista menganggukkan kepalanya mengerti lalu memegang tangan Lucas sekejap untuk memberi perlindungan es sedikit agar tangan pria tersebut dapat tetap hangat walaupun dibekukan oleh es. Dan tentu saja ekspresi Lucas sangat sumringah saat ini karena tindakan Calista.
Mari kita beralih ke arah Alaric yang tersenyum puas menatap air biru. Dan untungnya dia masih mengikuti rute lomba.
Sebelum kedelapan orang di belakangnya menangkap sebuah hal yang tidak dapat mereka percaya.
Alaric... Dia melewati garis rute, dan pergi ke laut lepas.
"Alaric! kau gila! Ini bukan rutenya, kau jangan mau dikendalikan oleh jiwa Poseidonmu itu! Hei jangan bodoh Alaric! Astaga!" marah Lucas.
"Berisik kalian!" ujarnya dengan suara berat. Pria itu sama sekali tidak memperdulikan perkataan teman-temannya dan tetap melanjutkan perahunya.
=====
"Pak, perahu tim 13 keluar jangkauan, atau dalam kata lain mereka keluar dari rute yang sudah kita tentukan!" ucap seorang pria bertopi kuning pada Kepala Sekolah.
Dia beralih menoleh ke arah laut lepas, dan benar saja. Tidak ada sosok perahu tim 13 di sana. Hanya ada perahu dari tim 14 yang sebentar lagi akan mencapai garis finish.
"Kemana mereka," gumamnya pelan.
=====
Undrew menoleh ke arah garis pantai yang sudah menghilang dari pandangannya. "Garis pantainya sudah gak ada!"
Petra terlihat sedang berpikir keras. Benar-benar susah untuk berpikir di saat-saat yang seperti ini. Walau, sebenarnya dia sudah memikirkan ide, tapi apa yakin?
Alaric mengemudikan perahu tersebut semakin kencang. Kapal saat ini dihiasi oleh suara mesin.
"Memang gak ada cara lain!" Petra berhenti menenangkan Hera. Dia berdiri dengan tangan yang berpegang pada tiang. Lalu mengambil sebuah tongkat pukul yang berada di dekat kursi Ken.
Ken memperhatikan perilaku aneh Petra yang mengambil sebuah tongkat pukul dari dekat kursinya.
"Kau mau ngapain?" tanya Ken waspada. Petra mengarahkan jarinya tepat di depan bibir, pertanda bagi Ken untuk tidak berbicara lagi, dan tunggu sebentar.
Petra memukul Alaric dengan sangat keras hingga pria tersebut pingsan. Seketika perahu oleng saat tidak ada yang mengendalikannya.
"Sudah kita berhasil!" ucap Petra tersenyum lega.
Calista terkejut saat menoleh ke arah belakang Petra. Begitu juga semua yang berada di dalam perahu tersebut.
"PETRA! ADA BADAI!"