Tyrisa sedang memasukkan beberapa pakaian ke dalam kotak yang akan dibawanya, sementara Kusala tak menghentikan langkah kakinya meski hanya sesaat dan tak bicara barang satu kata pun. Kusala hanya mondar-mandir dengan gelisah dengan sesekali melihat kotak pakaian yang terus terisi itu.
“Hentikan! Astaga, dengan melihatnya saja kepalaku pusing.” ujar Tyrisa, tangannya terhenti memasukkan pakaian ke dalam kotak itu. Mendengar ucapan Tyrisa akhirnya langkah Kusala pun terhenti. Pandangan Kusala pun turut beralih pada wajah masam Tyrisa yang kesal karena Kusala hanya mondar-mandir tanpa memberitahukan penyebabnya, “Ada apa sebenarnya?”
“Apa kau benar-benar akan pergi?” Kusala berdecih pelan, seharusnya bukan itu yang ingin dia tanyakan. Entah mengapa bibirnya malah melontarkan kalimat terse