Ribuan tentara yang telah dipimpin oleh Leoxard berbaris dengan rapi memanjang ke samping. Telah di siapkan sebuah balok kayu berukuran luar biasa besar yang digunakan untuk mendobrak pintu baja gerbang Ibukota. Tak hanya itu, mereka juga membawa banyak tangga kayu yang akan digunakan untuk memanjat tembok. Di sisi yang lainnya, para pemanah telah bersiaga di atas dinding pembatas dengan busur dan anak panah di tangan mereka, ditugaskan untuk menghalau para prajurit musuh agar tak mendekat.
Pada barisan paling depan, Leoxard bersama dengan Barra, Leukha, Tyrisa, Vizena dan Zaviest serta beberapa gubernur yang mendukung Leoxard telah bersiap dengan senjata mereka masing-masing. Semua tangan menggenggam erat pedang, dan perisai mereka. Sementara Zaviest tak mengalihkan pandangannya dari Viz