BAB-24. PERNIKAHAN YANG TIDAK DIINGINKAN.
“Aku yatim-piatu sejak kecil. Anak tunggal dan tinggal bersama nenekku. Semester tiga lalu, nenek meninggal. Aku sedih, takut, dan cemas menghadapi bagaimana nanti hidupku? Tapi aku juga tidak bisa memaksa nenek hidup lebih lama. Seumur hidupnya, nenek sudah cukup lelah bekerja dan membesarkanku. Dia berhak istirahat di usianya yang tidak muda lagi.”
“Tidak ada kerabat?” Aku bertanya lagi. Seharusnya aku bisa langsung bertanya tentang suaminya, tapi rupanya itu tidak mudah.
Sekar menggeleng. “Tidak ada. Setelah nenek meninggal, aku hanya sekali mengunjungi kampung halaman kami. Sejak saat aku aku belum kembali ke sana.”
Kami terdiam cukup lama. Cerita Sekar menggantung begitu sedangkan aku tidak sanggup mendengar tentang suami itu.
“Aku tahu a