BAB-27. TEMPAT YANG BIASA KUPANGGIL RUMAH.
“Ram, aku tidak bisa menerimanya.”
“Aku tidak menerima penolakan, Sekar.”
Saat kami di mall, aku meminta izin pada Sekar untuk ke toilet. Aku berbohong soal itu dan pergi mencari gadget yang dia butuhkan untuk kuliah. Aku membeli Iphone, Ipad, dan Macbook dengan spek paling bagus lalu meminta pegawai toko membungkusnya dengan kotak warna merah muda. Warna yang mengingatkanku pada pertemuan pertama kami.
“Ini berlebihan, Ram. Aku tidak bisa. Bahkan suamiku sendiri tidak pernah memberiku-”
“Jangan pernah bandingkan aku dengannya.” Aku kesal saat dia menyebut ‘suamiku’. Hei, laki-laki itu bahkan tidak layak mendapatkan julukan pasangan. Bagaimana bisa dia mendapat gelar suami hanya karena sebuah kesepakatan yang sama sekali tidak menguntungkan b