BAB-29. SI MERAH MUDA ITU LAGI.
“Aku akan melanjutkan kuliah ke UK.”
“Wah, keren sekali, Vron!” Sekar bertepuk tangan dengan wajah ceria. “Pasti seru bisa kuliah di luar negeri.”
“Kenapa? Kamu mau juga?”
Sekar langsung menggeleng. “Tidak. Boro-boro lanjut ke luar negeri. S1 ku aja entah bisa lanjut atau enggak. Aku belum punya untuk untuk membayar semester berikutnya. Beasiswaku dicabut karena aku jarang masuk sejak Sahila sakit.”
“Aku bisa membayarnya untukmu.”
Sekar melambaikan tangan. “Tidak perlu. Aku akan cuti dan bekerja, dengan uang itu aku akan melanjutkan kuliahku.”
“Bang Rama juga bisa membayar kuliahmu. Dia sudah bekerja, dia pasti punya uang.”
“Heh!” Sekar menimpuk Evron dengan botol kosong. Mereka sedang berbincang di rooftop. “Kamu pikir dia siapa? Dia tidak tidak bol