Ghult tiba-tiba melepaskan genggaman tangannya pada leher Melfon, membuat tubuh mungil wanita itu tergeletak di tanah. Kemudian kedua tangan Ghult berpindah memegang kepalanya yang berdenyut, dia berteriak-teriak seperti sedang kesakitan. Sedangkan Melfon terkulai, napasnya terengah-engah, samar-samar dia melihat Ghult sedang mengerang kesakitan, dia tidak tahu apa yang sedang terjadi pada Ghult. Tetapi tubuhnya terlalu lemah untuk bangkit dan memastikan keadaan Ghult, hingga akhirnya dia tak sadarkan diri.
Ghult masih memegang kepalanya yang berdenyut-denyut, tiba-tiba dia jatuh ke tanah, kedua kakinya menendang ke segala arah. Seperti dia sedang melawan sesuatu yang berusaha merasuki dirinya. Kemudian bayangan masa lalu berputar-putar di kepalanya dengan cepat, dia mengingat ketika dirinya masih muda.
***
Dia melihat saat dirinya berusia 25 tahun, saat berada di tanah terapung di planet merah Vermela. Dia bersama dengan kelima anggota tim yang juga seusianya, menghabiskan hari bersama melawan Darlz sebagai bagian dari misi mereka. Setelah menghancurkan kerumunan monster itu, Ghult berjalan bersama Myrtle, pria dengan rambut berwarna hijau muda, sedikit panjang dan diikat sebagian ke belakang, menyisakan rambut tipis di dahinya yang lebar. Ghult merasa senang Myrtle sudah kembali ke medan pertempuran.
Myrtle mengejek Ghult karena dia tidak pernah mengalahkannya selama pertandingan latihan ketika mereka masih trainee. Ghult membalas dengan mengatakan bahwa dia tidak pernah menang karena Myrtle, tentu saja, sangat kuat. Myrtle setuju dengan komentarnya dan mengatakan bahwa karena kekuatannya, dia perlu belajar kerja sama. Kemudian tiba-tiba lebih banyak Darlz yang datang mengelilingi mereka. Tetapi, mereka dengan mudah menangkis pasukan Darlz dan Ghult dengan percaya diri menyatakan misi pembersihan telah selesai.
Setelah pertempuran, Ghult mengambil waktu sejenak, dia duduk sendirian di bebatuan dekat tempat mereka mengalahkan Darlz, untuk merenung dalam hati tentang bahaya bekerja sebagai Arz. Dia menyadari bahwa dirinya dengan kepribadiannya yang berapi-api, pasti akan mendapatkan banyak masalah dalam pekerjaan ini. Dia dengan sedih berpikir dalam hati, "Jika aku menimbulkan masalah dan menyulitkan mereka semua, aku..." Tidak lama setelah dia mengucapkan kata-kata itu, dia tersadar dari pikiran itu. Dia tahu bahwa dia tidak akan pernah merepotkan teman-temannya. Ghult mengepalkan tangannya dan berjanji pada dirinya sendiri akan melindungi teman-temannya. Ghult mengaktifkan Uricle device dan memindai area tersebut. Saat dirinya melawan Darlz, dia tidak menyadari bahwa dia telah memasuki area terlarang. Pada saat itu, monster Darlz telah muncul lebih banyak di area itu dan mengelilinginya dari berbagai arah, jumlahnya terus bertambah,hingga menyudutkan dirinya. Saat dia mempersiapkan dirinya untuk pertempuran lain, Darlz tiba-tiba dibasmi oleh sihir dengan kekuatan yang dahsyat ke arahnya. Ghult menoleh ke arah sihir itu dikeluarkan dan menemukan kekuatan misterius yang berasal dari seorang anak perempuan berambut ungu yang jauh lebih muda darinya, melompat turun ke tanah.
Ghult terkejut dengan yang baru saja dia lihat, meskipun anak perempuan itu masih sangat muda, usianya mungkin 10 tahun lebih muda dari dirinya, tetapi kekuatan yang dimiliki anak perempuan itu sangat mengerikan. Anak perempuan itu menatap Ghult dan dengan penasaran, merenungkan mengapa Darlz ada di area tersebut. Dia tersenyum dingin dan kemudian menganggap bahwa Ghult pasti Darlz.
Anak perempuan itu mencoba untuk menaklukkan Ghult dengan sihir, namun, Ghult dengan cepat menghindari sihir anak perempuan itu. Dia melawan serangan anak perempuan misterius itu dengan knuckle dan dengan cepat menghindari setiap sihir. Dia mencoba untuk menyerang anak perempuan itu dengan serangan frontal penuh, namun anak perempuan itu kuat dan dia dengan mudah mengalahkan Ghult. Anak perempuan itu mengarahkan tongkatnya ke kepala Ghult dan mengatakan bahwa Darlz akhirnya akan dilenyapkan.
Tepat saat anak perempuan itu hendak memberikan pukulan mematikan, Myrtle muncul. Dia melompat ke arah Ghult dan membawanya ke tempat yang aman. Setelah memeriksa luka temannya, Myrtle melirik ke arah gadis misterius itu dan bertanya-tanya pada dirinya sendiri apakah dia juga seorang Arz meskipun memiliki niat membunuh yang sangat kuat.
Tiba-tiba muncul anak laki-laki dengan rambut biru tua dengan pakaian yang sama dengan anak perempuan itu, jubah berwarna putih dengan kaus dan celana panjang berwarna hitam. Anak laki-laki itu muncul dari belakang anak perempuan itu. Tangan anak laki-laki itu menggenggam pedang panjang berwarna hitam, dan panjangnya melebihi tubuh anak laki-laki itu. Kemudian anak laki-laki itu menatap Ghult dan Myrtle dari kejauhan seperti sedang membaca pikirannya. Dahinya berkenyit kemudian dia menjulurkan tangan yang satunya ke pundak anak perempuan itu.
Mereka saling berbisik tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya dari Ghult dan Myrtle. Ekspresi anak laki-laki perlahan melunak yang awalnya seperti ingin membunuh seseorang, menjadi lebih datar dan dia mengehentikan anak perempuan yang ingin mengeluarkan sihir kepada Ghult dan Myrtle. Ghult mencengkeram Myrtle dan mengisyaratkan untuk mundur.
Kemudian, Ghult dan Myrtle memulihkan kondisi mereka di medical center. Myrtle mengeluh bahwa dia hampir mati karena Ghult berkeliaran, dan, dengan sedikit kegelisahan, Ghult mengatakan bahwa dia menyesal. Fenz, Eucli, Melfon, dan Tylda berlari menuju Ghult dan Myrtle yang baru saja keluar dari medical center. Fenz mengejek Ghult dengan mengatakan bahwa dirinya pasti telah melakukan hal konyol hingga membuat dirinya dan Myrtle harus mendapat perawatan di medical center.Kemudian Ghult menceritakan kepada teman-temannya bahwa mereka bertemu dengan dua orang anak-anak dengan kekuatan yang mengerikan berusaha menyerang mereka berdua.
***
Bayangan masa lalu Ghult perlahan menghilang, kepalanya sudah berhenti berdenyut, lalu dia bertumpu pada bagian bawah tubuhnya dan bangkit ke posisi duduk sambil mengamati di sekelilingnya. Dia mendapati Melfon yang terbaring tak jauh dari tempatnya berada, lalu dia mendekati Melfon. Ghult mengguncang-guncang tubuh Melfon yang lemah. Tetapi wanita itu tidak merespons sama sekali. Ghult meraih tubuh Melfon, dan meletakkan kepalanya di kakinya.
Seketika rasa takut menjalar di tubuhnya, melihat Melfon tak memberi respons. Bayangan masa lalu yang baru saja dia lihat mengingatkan pada kedua temannya yang telah tiada, dan dia tidak ingin kehilangan temannya lagi. Ghult tidak mengingat bahwa dirinya yang telah membuat Melfon menjadi seperti itu, dia mengutuk pada udara. Kemudian matanya tertuju pada Mae yang berdiri di depan monolith, “Mungkinkah dia yang telah menyakiti Melfon?” pikirnya dalam hati.
Ghult meletakkan tubuh Melfon lalu bangkit dan berjalan mendekati Mae, tetapi kepalanya kembali berdenyut, kekuatan lebih besar kembali merasuki dirinya dan mencoba mengambil alih kontrol dirinya. Ghult berteriak kesakitan sambil memegang kepalanya dan kembali berguling-guling di tanah.
Mae masih berdiri di depan monolith dengan mata bercahaya merah sambil menggenggam tongkat Klays. Ukiran yang terdapat pada monolith sudah hampir bercahaya sepenuhnya, hanya tersisa beberapa bagian di atas monolith itu.
Sementara itu, Lunar, Fenz, Eucli, dan Ava sudah hampir sampai ke tempat yang diyakini mereka adalah tempat Ghult membawa Mae dan Melfon. Mereka melihat pohon yang bercahaya ungu semakin terang dan pohon itu tampak lebih besar dan bertambah tinggi dari pertama kali mereka melihatnya. Jarak mereka yang semakin mendekat ataukah pohon itu memang sudah semakin besar. Sepertinya kemungkinan kedua yang paling tepat, melihat ranting-ranting pohon yang tak memiliki daun itu menyusup ke dalam awan yang berada di atasnya, membuat kumpulan awan itu tampak seperti sedang membukakan jalan untuk ranting pohong itu.
Mereka menambah kecepatan nemesis yang mereka gunakan, melesat menembus kabut hitam pekat, mengabaikan kabut yang membuat jarang pandang mereka hanya beberapa meter. Dengan memanfaatkan cahaya ungu dari pohon yang menjadi satu-satunya petunjuk arah. Mae, Ghult, dan Melfon ada di sana, membutuhkan pertolongan mereka.
Mae?” Lunar berkata dalam pikirannya. ”Bisakah kau mendengarku?”
Tak ada respons dari Mae. Lunar masih merasakan gelembung kekosongonan, seolah-olah kehadirannya sendiri telah terampas. Meski terlihat tenang, tetapi di dalam hatinya, Lunar sangat mengkhawatirkan ketiga temannya itu, terlebih lagi mengingat Ghult dan Mae telah dirasuki energy negative Darlz. Sedangkan Melfon, dia tidak yakin apa yang telah terjadi padanya.
Lunar memacu nemesis yang dia gunakan hingga menyusul Fenz yang berada paling depan. Dirinya tidak tahan dengan keheningan ini. Dalam keputusasaan, Lunar memanggil Mae lagi. Kemudian, beberapa kali lagi. Namun Mae tidak merespons, dan dengan adanya bunyi raungan, dia tidak tahu apakah sudah bisa fokus untuk mendengar Mae. Dia masih merasakan ketiadaannya, rasanya seperti terjaga pada suatu hari mendapati tidak ada gigi di mulutmu. Tak perlu berlari ke kaca untuk tahu bahwa gigi itu hilang.
Sebelumnya, tak pernah keheningan memiliki suaranya sendiri. Seperti dengung sekumpulan lebah, bunyi itu menguasai palka pod nemesis miliknya dengan ganas, membuat Lunar mencengkram tuas nemesis dengan kuat hingga urat-urat tangannya terlihat menonjol di kulitnya yang putih. Setiap napas, setiap desahan di dalam palka pod seperti sebuah ledakan dibandingkan dengung aneh keheningan.
Tak ada apapun yang menunjukkan secara pasti bahaya apa yang mengancam Mae, Ghult, dan Melfon. Sesuatu yg aneh sedang terjadi, tetapi bisa ada jutaan alasan, dan begitu banyak di antaranya. Memikirkan hal itu membuat wajah tenang Lunar perlahan berubah, matanya menatap tajam cahaya ungu dari arah monument penyegelan.
Mereka sudah semakin dengan monumen penyegelan, cahaya ungu semakin terang dan mereka dapat melihat dengan jelas ukiran pada monolith yang sudah hampir seluruhnya bercahaya. Lunar tidak mengetahui banyak tentang monument itu, tetapi dia yakin tempat itu sangat berbahaya.
Terdengar bunyi bip dari Uricle device yang sejak tadi terputus, memecah keheningan yang sejak tadi menghantui mereka. Alat itu telah kembali berfungsi. Suara seorang pria terdengar dari sana. “Fenz, apa yang telah terjadi di sana? Kami mendapat sinyal emergency bahwa jumlah Darlz di planet itu meningkat, dan mengenai yang terjadi pada saluran komunikasi kalian, aku telah mengatasinya, seseorang telah meretas system komunikasi kita, membuat kita tidak dapat mengetahui kondisi kalian. Hal itu juga terjadi pada tim lainnya.”
Muncul wajah seorang pria berambut pendek berwarna putih, matanya yang kecil menunjukkan rasa cemas. Wajah Rez telihat di papan hologram Uricle device yang ada di palka pod nemesis. Mata pria itu tampak sedikit resah dan terlihat agak gelap. Bibir kecilnya menunjukkan atmosfer yang serius, namun atmosfer yang serius itu perlahan menghilang ketika dirinya telah berhasil menghubungi teman-temannya.
Sepertinya kami kehilangan sinyal untuk beberapa saat, dan seperti yang kau katakan, planet ini sedang dalam bahaya,” kata Fenz sambil menekan beberapa tombol pada papan hologram. Dia mencoba menghubungi tim lain yang berada di planet itu, ingin memastikan keadaan mereka semua. “Ketiga anggota timku, Ghult, Mae, dan Melfon menghilang. Ghult dan Mae, mereka berdua terkena energy negative Darlz yang berasal dari monument penyegelan, dan Ghult…” Fenz berhenti sejenak sambil menghela napas, “Dia menyerang kami dengan kekuatan sangat besar dan aneh. Aku rasa dia bukan dirinya lagi saat ini.”
“Apa?” Rez sangat terkejut mendengar perkataan Fenz, kesuraman wajahnya telah kembali lagi dan menjadi lebih suram dari pertama dia muncul di papan hologram palka pod. Kemudian, satu persatu wajah dewan penjaga muncul di papan hologram Uricle device, wajah mereka semua sama, menunjukkan atmosfer serius yang tidak bisa diredam lagi.
“Saat ini kami sedang berhadapan dengan bocah laki-laki, salah satu Darlz Twins, mungkin yang satunya lagi ada di tempat lain,” kata Elara. Terdengar suara logam bergesekan dengan logam saat tangannya yang telah terpasang part mecha sibuk menekan tombol yang ada di palka pod secara bergantian. Matanya tidak menatap pada papan hologram yang ada di depannya, tetapi memandang lurus dengan wajah serius ke depan kaca palka pod.
“Bocah perempuan Darlz Twins sedang bertempur dengan kami,” ujar Kenos. Sudut matanya yang sempit mencerminkan bocah perempuan yang dia maksud sedang bertarung dengan salah satu anggota timnya.
“Bagaimana dengan kalian, Moon… Itasuke… bagaimana keadaan tim kalian?” tanya Rez. Dirinya menunggu keduanya yang belum mengatakan apapun sejak mereka terhubung pada saluran komunikasi. Tetapi dia bisa melihat kedua orang itu sedang mengalami kesulitan yang sama dengan yang lainnya. Tetapi dia yakin tidak lebih parah dari yang dialami tim Fenz.
“Maaf… aku sedang serius sampai tidak menyadari kalau saluran komunikasi kita telah terhubung kembali. Tim ku hampir menyelesaikan tugas kami, tetapi ada sesuatu yang aneh sedang terjadi di sini. Monster-monster Darlz terus bermunculan dari lubang spiral hitam seakan tidak ada habisnya.” Akhirnya pria berwajah oriental itu akhirnya mengeluarkan suaranya yang sejak tadi telah dinantikan oleh Rez yang diliputi rasa khawatir.
“Itasuke benar, kami di sini juga mengalami hal yang sama, meski seluruh lasersphere di tempat ini telah dimurnikan, tetapi monster Darlz terus keluar dari lubang spiral hitam. Tim ku sedang berusaha mengatasinya.” ujar Moon dengan wajah serius. Wajahnya yang lembut kini berubah dipenuhi dengan hawa pemusnah yang besar, melihat ke arah monster-monster Darlz dari kaca palka pod.
“Aku rasa kami harus mengatasi masalah tim kami tanpa bantuan dari kalian,” ujar Fenz. “Aku tidak ingin merepotkan kalian. Tetapi jika sudah selesai dengan musuh yang ada di sana, tolong segera menuju monument penyegelan, aku merasa hal buruk akan segera terjadi.”
“Kau benar Fenz, aku juga tidak bisa meninggalkan kapal induk. Seseorang mungkin akan meretas system yang ada di Uricle, atau lebih buruknya lagi mungkin dia akan mengambil alih kapal ini. Terlebih lagi, Darlz mungkin akan muncul di dalam kapal, dan aku tidak dapat membiarkan kapal ini dihancurkan tanpa perlawanan.” Dalam pikiran Rez, dia yakin orang itu yang telah mengacaukan saluran komunikasi Uricle, seseorang yang memiliki ambisi kuat untuk menguasai seluruh pengetahuan, dan bisa melakukan apa saja demi tujuanya itu.
“Aku tahu… baiklah kami sudah hampir sampai, Rez. Semoga yang kita takutkan tidak terjadi.” Fenz mengakhiri komunikasi itu, dia mengatakan hal itu untuk menghibur dirinya sendiri. Dia tidak ingin mempercayainya, tetapi apa yang dia lihat di hadapannya telah membuktikan hal yang mereka takutkan akan segera terjadi, yaitu kebangkitan Darlz.
Mereka telah sampai pada hutan bersalju yang menjadi batas antara monumen penyegelan dengan hutan hijau Orla. Udara dingin seakan menusuk kedalam palka pod ketika mereka sampai di tempat itu. Cahaya ungu yang berasal dari monolith dan juga pohon besar di belakangnya sudah semakin terang. Dari kejauhan mereka dapat melihat Mae dan Ghult sedang melakukan sesuatu yang berbahaya, berusaha membuka segel Darlz.