Lunar menghadapi Ildar Arms yang memasuki kubah kapal 11 bersama Eucli dan Ava. Lunar menatap ngeri pada monster itu, bagian merah menyala yang berdenyut itu seperti jaringan tubuh yang terpotong, tetapi tubuh monster yang dilapisi kristal membuatnya ragu mereka mempunyai jaringan tubuh. Lalu dia menduga bagian menjijikan itu pasti titik kelemahan mereka. Lunar terbang mendekati Ildar Arms , lalu mengincar bagian merah itu. Dia menembakkan beberapa peluru partikel photon dari Lumiere Larc. Tetapi monster itu langsung berbalik ketika mengetahui Lunar telah berada di belakangnya, membuat tembakan Lunar mengenai lapisan kristal hitam yang keras.
Lunar tersenyum tipis melihat itu, “Jadi kau ingin melindungi bagian menjijikan itu ya, kalau begitu terima ini!” Lunar mengarakan tembakannya pada ruas jari yang berwarna merah, dan berhasil melepaskan lapisan kristal yang ada di ruas jari monster itu, membuat bagian merah terlihat jelas, berdenyut dan seperti ada cairan berwarna merah yang bergerak-gerak.
Wajah yang ada di ujung-ujung jari monster itu terlihat seperti marah dan mengeluarkan suara-suara yang memekakkan saat kristal yang melindungi bagian merahnya terlepas dari ruas-ruas jarinya. Lalu monster itu bergerak mendekati Lunar sambil membuka telapak tangannya, seperti ingin menangkap nemesis yang digunakan Lunar.
“Hmm… begitu ya, jadi kristal di ruas jari mereka bisa terlepas,” kata Lunar sambil menghindari Ildar Arms yang mengarahkan gerakan cepat kearahnya. Lalu Lunar berbalik dan menyerang ruas jari monster yang berwarna merah dengan beberapa tembakan. Seperti dugaannya, beberapa kristal yang menutupi ruas jari monster terlepas dari tempatnya, membuat monster itu menjadi lebih menjijikan, dengan jari-jari tangan berwarna merah berdenyut-denyut, dan hanya menyisakan bagian wajah yang masih tertutup kristal.
Lunar membayangkan jika dia menembaki wajah yang ada di ujung jari monster itu, mungkin lapisan kristal juga akan terlepas. Seketika dia merinding mengingat bagian lain yang sudah tanpa lapisan kristal menjadi seperti tangan tanpa kulit, menyisakan daging segar yang berlumuran cairan merah kental. Tetapi rasa penasaran memenuhi dirinya, dia ingin melihat wajah-wajah mereka, dan berencana membuat lapisan kristal di wajah mereka terlepas seluruhnya, lalu dia menembaki bagian merah pada wajah jari monster.
Lunar tersenyum puas, “Jadi begitu ya bentuk wajah kalian … sungguh mengerikan sekali,” katanya sambil tersenyum tipis. Lunar berhasil melucuti kristal pelindung pada wajah di ujung jari monster, membuat monster-monster itu berteriak penuh amarah, dan langsung menyerang Lunar. Lunar dengan gerakan lincah ke kanan dan kiri, menghindari hentakan demi hentakan monster dan memacu kecepatan nemesis-nya, kemudian tiba-tiba berbalik dan menembaki wajah monster itu, seketika Ildar Arms yang dihadapinya berubah menjadi kepingan cahaya merah kehitaman.
Lunar kembali memacu nemesis-nya, dia merasa sudah terlalu lama bermain-main dengan Ildar Arms yang baru saja dia hancurkan. Dia mendapati Ava sedang terpojok oleh beberapa Ildar Arms, monster-monster itu bergerak maju sambil menghentakkan telapak tangannya ke arah Ava, meskipun perlahan tetapi kekuatan yang dihasilkan monster itu telah membuat jalan-jalan hancur terkena hentakannya.
Lunar langsung meluncur membantu Ava, dia menembaki Ildar Arms tepat di bagian belakang yang berwarna merah dan berdenyut-denyut. Tembakan Lunar berhasil membuat monster itu hancur dan berubah menjadi kepingan cahaya merah kehitaman yang berterbangan di udara.
“Kau tidak apa-apa, Ava?” tanya Lunar sambil menembaki Ildar Arms yang kini berpindah ke arahnya. Lunar melakukan seperti yang telah dia lakukan sebelumnya, melucuti lapisan kristal yang terpasang pada ruas jari Ildar Arms, dan menyisakan kristal yang melindungi bagian wajah. Ekspresinya menunjukan perasaan puas, melihat Ildar Arms meronta seperti kesakitan saat lapisan kristal yang melindunginya terlepas satu persatu, “Mungkin mereka marah karena aku membuat penampilan mereka menjadi menyedihkan begitu,” gumamnya.
“Apa? Ya aku tidak apa-apa, tapi apa yang kau katakan barusan, Lunar?” Sepertinya Ava mendengar ucapan Lunar, dan merasa heran temannya bisa tenang menghadapi monster-monster yang menurutnya sangat mengerikan.
“Tidak, aku tidak mengatakan apapun.” Lunar kembali terbang tinggi dengan membawa Ildar Arms di belakangnya, dia berencana menjauhkan monster-monster itu dari gedung-gedung yang berada di bawah. Menghadapi monster-monster gila ini di dekat gedung merupakan rencana terburuk menurutnya, mengingat s erangan mereka yang sangat kuat dapat menghancurkan gedung-gedung itu dan juga tempat penyimpanan nemesis.
Lunar tak ingin membuang waktu, dia langsung berbalik arah secara mendadak setelah sebelumnya terbang dengan kecepatan penuh, lalu menembaki ruas jari monster yang tidak memiliki pelindung kristal hitam. Lima Ildar Arms berubah menjadi kepingan cahaya merah hitam, Lunar yang berhasil mengalahkan mereka sekaligus dalam satu s erangan.
Lalu Lunar mengejar Ildar Arms yang masih berada di dalam kubah kapal itu, dia terbang dengan cepat diikuti Ava di sebelahnya. “Ava… apa kau melihat seranganku tadi? Kristal-kirstal hitam yang melapisi ruas jari mereka dapat terlepas jika kita menembaki bagian merah yang ada di ruas jari itu, selain itu bagian mengerikan yang di belakang mereka juga adalah titik kelemahan, tetapi kita harus mengalihkan perhatian mereka jika ingin melakukan s erangan langsung di belakang. Itu cara tercepat yang ada di pikiranku saat ini,” kata Lunar. Lalu dia teringat sesuatu. “Di mana Eucli? Aku tidak melihatnya.”
Lunar mencoba menghubungi Eucl, tetapi wanita itu tidak merespon panggilannya melalui Uricle device. “Apa yang terjadi padanya?” Seketika Lunar merasa khawatir, tetapi dia segera menepis segala pikiran buruk yang sempat menghampirinya.
“Lunar… ini aku, maaf tadi ada masalah pribadi, ada sesuatu yang harus aku keluarkan.”
Tiba-tiba suara Eucli terdengar dari Uricle device dan sebuah nemesis meluncur dari bawah ke arah Lunar dan Ava.
“Apa itu?” tanya Ava dengan polos.
“Tidak perlu ditanyakan, Ava. Kau terlalu polos menanyakan hal itu,” kata Lunar. Sepertinya dia mengerti dengan apa yang dimaksud Eucli, lalu dia mengabaikannya tak ingin memperpanjang percakapan tentang hal itu. Kekhawatirannya memang tidak beralasan, setiap orang akan butuh waktu sendiri untuk menyelesaikan urusan pribadi mereka.
Eucli terkekeh mendengar kata-kata Lunar, lalu dia terbang ke arah Ildar Arms yang sudah semakin dekat dengan bangunan tempat ruang penyimpanan nemesis berada. “Aku akan mengatasi yang di sini, kalian hadapi yang lainnya,” kata Eucli melalui Uricle device.
“Oke,” kata Lunar singkat lalu dia memutar arahnya dan mempercepat nemesis-nya. Dari jauh Lunar melihat beberapa monster potongan telapak tangan telah mencengkram bangunan, meremukan bangunan itu dalam sekejap. Lunar kesal karena dia terlambat, lalu dia langsung menembaki bagian belakang Ildar Arms yang merah dan berdenyut-denyut. Tanpa rasa takut, dia menghancurkan Ildar Arms yang ada di depannya. Kini dia telah terbiasa melihat bagian merah monster yang terlihat seperti potongan jaringan tubuh, padahal awalnya dia merasa jijik.
Tetapi Ava masih ragu-ragu untuk mendekati Ildar Arms, dia menembaki monster itu dari kejauhan, dia tidak tahan melihat bagian tubuh monster yang berdenyut-denyut, terlebih wajah-wajah mereka begitu menakutkan. Lalu Ava teringat dengan Eucli, apa wanita itu juga sepertinya, mengingat wanita itu bisa menggendong Melfon, seketika Ava merasa malu dengan dirinya, Eucli pasti wanita yang tangguh. Lalu dia menguatkan tekadnya dan meluncur dengan kecepatan penuh, mengejar Ildar Arms yang mengincar vanguard armored vehicle, sebuah kendaraan berbentuk tank dengan ruang berkapasitas 30 orang. Dipersenjatai dengan sebuah turret yang terpasang di atasnya.
“Kami memiliki tempat yang cukup untuk anda semua, dimohon tenang dan bergeraklah perlahan lahan. Kepada seluruh penduduk kapal perintah evakuasi telah dikeluarkan. Apakah masih ada yg tertinggal.”
Terdengar suara berulang-ulang seorang wanita dari pengeras suara yang terpasang pada vanguard armored vehicle. Kendaraan itu dikemudikan oleh seorang Arz untuk mengangkut beberapa pengungsi dari warga sipil yang sedang berada di kapal Uricle, tetapi Ildar Arms menyerangnya saat dia menuju ke shelter pengungsian di kapal itu.
“Sepertinya hanya kita, pasukan nemesis yang ada di kapal ini. Aku yakin Ildar Arms juga telah menyusup kapal lain.” Terdengar suara tembakan dari Lumiere Larc ketika Eucli berbicara di Uricle device. Dia telah mengakhiri pertempurannya dan berhasil menghancurkan Ildar Arms saat suara tembakan terakhir terdengar. “Aku akan ke tempatmu, Ava.”
“Baik,” jawab Ava singkat, dia telah melucuti lapisan kristal yang pada ruas jari Ildar Arms di depannya tepat sebelum monster itu menghancurkan vanguard armored vehicle. Monster itu mengeluarkan suara yang terdengar seperti kesakitan, tetapi wajah yang di ujung-ujung jari menunjukan ekspresi marah karena Ava menghalanginya. Ava menembaki bagian merah pada ruas jari yang telah terbuka, dan seketika monster itu berubah menjadi kepingan cahaya.
Tersisa satu Ildar Arms yang sepertinya tidak terkecoh oleh Ava, dan terus mencengkram vanguard armored vehicle itu, Ava sedikit panik dengan keadaan itu dan menembaki Ildar Arms secara acak, beberapa peluru berhasil mengenai monster itu. Namun hal itu membuat monster itu mengamuk dan mencengkram lebih kuat, membuat kendaraan itu terguncang-guncang. Ava bertambah panik ketika melihatnya, dia tidak bisa membayangkan kondisi para pengungsi yang ada di dalam kendaraan itu.
Eucli yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya, lalu dengan tenang menembak bagian belakang monster dari jauh, seketika monster itu hancur dan berubah menjadi kepingan cahaya merah kehitaman. Vanguard armored vehicle berhasil mereka selamatkan, lalu Ava mendekatinya untuk memastikan keadaan Arz yang mengendarainya dan juga para pengungsi yang ada di dalam.
“Apa kalian baik-baik saja?” tanya Ava kepada Arz yang berada di vanguard armored vehicle.
Putus-putus terdengar suara dari Uricle device, “Y-ya… ku rasa kami baik-baik saja. Terima kasih sudah membantu kami.”
“Kau… ternyata kau Marlu, kenapa kau ada di sini, dan mengapa kau yang mengemudikan benda itu?” tanya Eucli pada Arz wanita yang wajahnya muncul di Uricle device nemesis.
“Oh… kau Eucli, sudah lama tidak bertemu malah bertemu dalam situasi seperti ini. Aku dengar kau dan anggota dewan lainnya pergi menjalani misi di Planet Orla. Apa yang terjadi hingga Darlz Ildar muncul kembali? Dan…” kata-katanya sejenak terhenti, lalu dia mengubah nada bicaranya. Suaranya menunjukkan kekhawatiran. “Apa kau bertemu dengan Taurus? Bagaimana keadaannya?”
Eucli tersenyum ketika mendengar pertanyaan terakhir Marlu. “Terakhir kami bertemu saat upacara peluncuran misi, aku lihat dia baik-baik saja, tetapi kami terpisah saat sampai di planet itu, kami menjalani misi di sektor yang berbeda, kau ingat 'kan, kami ada di tim yang berbeda. Lalu, apa dia tidak menghubungimu?”
“Oh… tidak… sepertinya dia sangat sibuk. Hmm… aku harus segera ke shelter pengungsian, terima kasih sudah membantu,” ujar wanita itu sambil memacu vanguard armored vehicle menuju shelter yang berada di sebelah tempat penyimpanan nemesis di kapal itu.
“Oke… hati-hati Marlu.”
“Ya, Eucli. Kau juga.”
Mereka berpisah, Eucli kembali mencari Ildar Arms yang masih berkeliaran di kapal itu. Sementara itu Lunar menuju arah tempat lain, tempat Ildar Arms sedang menghentakkan telapak tangan menjijikannya pada bangunan yang berada di tengah kapal itu. Dia langsung menembak bagian belakang monster dengan cepat sebelum monster itu berbalik padanya dan menyembunyikan bagian merahnya. Dengan satu tembakan, monster itu hancur dan berubah menjadi kepingan cahaya merah kehitaman.
Tiba-tiba terdengar suara ledakan dari langit-langit kapal, serpihan kaca berjatuhan di depan Lunar. Dia menengadah ke atas, memastikan sumber ledakan itu. Terlihat beberapa Ildar Arms telah mendarat di atas kubah kapal, hendak memasuki kapal Arz. Dengan cepat Lunar segera meluncur menuju Ildar Arms yang berebut memasuki kapal, dia menembaki ruas jari yang berwarna merah dan terus menembak ke bagian merah yang tidak tertutup krisal hitam lagi.
Monster itu langsung hancur dan berubah menjadi kepingan cahaya, tetapi Ildar Arms terus berdatangan dan memaksa masuk, membuat retakan pada kaca kubah menjadi semakin besar. Serpihan kaca berbagai ukuran berjatuhan.
Lunar mengeram, dia marah dengan Ildar Arms dan langsung mempercepat laju nemesis-nya menuju atap kubah kapal.