Keheningan menghiasi entrance 1 kapal medis, di tempat itu Lunar dan Ava hanya bisa diam dan menunggu. Mereka sepertinya sudah dapat menebak apa yang telah terjadi di dalam palka pod nemesis Eucli. Tanpa mengatakan sepatah kata, mereka dengan sabar menunggu Eucli.
Dua orang tim medis dari pos jaga di dekat entrance 1 mendatangi mereka sambil membawa aero stretcher yang mengapung di sisi kanan dan kirinya. Lalu Lunar meletakan Mae pada salah satu aero stretcher.
Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya Eucli turun dari palka pod bersama Melfon. dengan wajah yang tanpa ekspresi Eucli berjalan mendekati Lunar dan Ava, tangannya menggendong Melfon yang sudah tak bergerak, kaku, matanya gelap, dadanya terlihat tidak lagi bergerak naik turun, tangannya tergeletak di atas tubuhnya dengan ujung-ujung jarinya mulai gelap keunguan. Sementara tangan satunya mengapung di udara. Luka menganga terlihat di tubuhnya yang kecil, cairan merah kental dan segar sudah tidak mengalir, hanya menyisakan sisa-sisa darah beku yang berwarna merah gelap.
Kemudian dengan tegar, Eucli meletakan tubuh Melfon di aeror stretcher yang masih kosong, mempercayakan tubuh temannya pada tim medis. Lalu, tanpa ekspresi Eucli berjalan mendekati Lunar dan Ava.
“Ayo kita harus menjalankan misi kita. Maaf… karena aku terlalu terbawa emosi,” katanya sambil menepuk pundak Lunar dan Ava bersamaan dengan kedua tangannya. Kini matanya telah berubah, dipenuhi kemarahan pada sosok yang telah melakukan hal sekejam itu pada Melfon. “Mae sudah aman berada di sini, tapi ada hal lain yang harus kita lakukan.”
Eucli kembali menaiki papan pijakan nemesis lalu masuk ke palka pod. tanpa mengatakan apapun Lunar ikut menaiki papan pijakan dan masuk ke palka pod nemesis-nya diikuti dengan Ava. Mereka berpindah dari entrance 1 ke exit 1 menuju kapal 11 untuk mempersiapkan dan mengisi energy nemesis lalu pergi ke medan pertempuran untuk melawan Darlz Ildar yang mereka yakini telah mendekati armada Uricle.
***
Di tempat lain, kapal Arz kembali menembakkan laser berwarna biru ke arah monster yang bergerak dengan kecepatan tak terduga. Tembakan laser berhasil dihindari monster-monster Darlz, lalu monster itu menghantamkan tubuhnya yang keras pada ujung-ujung kapal yang berada di garis depan.
Secara tiba-tiba kristal merah yang berada di tubuh bagian depan Darlz Ildar yang terbuka dan memunculkan lubang hitam besar dengan cahaya merah menyala di sekelilingnya dengan kilatan petir berwarna hitam yang menyambar-nyambar. Dari lubang itu keluar ratusan monster berlapis kristal yang berbentuk potongan tangan yang menyisakan sedikit bagian lengan dan telapak tangan berukuran besar, seluruh bagian tubuh mereka dilapisi kristal. Bagian belakang monster ini berwarna merah yang berdenyut-denyut seperti tangan yang baru saja terpotong dan mengeluarkan darah, dengan ruas jari bercahaya merah dan kelima ujung jari memiliki wajah, mata kecil berwarna merah, tanpa hidung, dan mulut bergerigi yang terus mengeluarkan suara yang memekakkan.
Darlz Ildar terus mendekati armada Uricle, monster kristal yang keluar dari dadanya meluncur terlebih dahulu. Monster itu bergerak lurus ke depan menuju kapal Arz yang kini telah berjarak 100km. Lalu menabrak barisan kapal Uricle yang berada di formasi pertahanan paling depan. Monster-monster itu mendarat di atas kapal pertahanan Arz.
Kapal Arz memiliki bentuk seperti belati dengan panjang sekitar 70 kilometer. Kapal Arz dilengkapi dengan mesin yang sangat kuat yang mampu melakukan perjalanan lightspeed dan hyperspace. Kapal ini juga mampu melakukan perjalanan dimensi yang memungkinkan melintasi ke dimensi dan alam semesta yang berbeda.
Sekitar satu juta orang tinggal di kubah pusat kapal Arz. Bagian dalam kapal terdiri dari dua sektor utama: area untuk personel Arz dan area perumahan.
Sektor Arz terutama digunakan oleh personel Arz, dengan pengecualian beberapa pengunjung sipil yang sering mengunjungi sektor tersebut, bersama dengan beberapa shopping center yang didirikan di dalam sektor untuk perlindungan Arz.
Sektor Arz terdiri dari area lobi utama yang berfungsi sebagai kontrol misi untuk pengiriman dan pelaporan misi. Di luar area lobi utama adalah shopping center di mana semua toko baik Arz maupun sipil berada. Ada berbagai jenis toko di dalam area perbelanjaan mulai dari toko peralatan Arz, toko yang melayani Arz untuk meng-upgrade weapon, hingga tempat yang menjual pakaian, dan tempat makan. Shopping center juga merupakan tempat dibangunnya kasino yang untuk hiburan Arz dan penghilang stres. Dengan demikian, shopping center berfungsi sebagai area hiburan dan area persiapan misi bagi personel Arz.
Tempat tinggal khusus untuk personel Arz juga terletak di sektor ini. Tempat tinggal berbentuk apartemen dengan suite kamar yang membentuk tempat tinggal seseorang. Ukuran, jumlah, dan dekorasi kamar dapat berbeda berdasarkan kekayaan dan peringkat Arz individu dalam organisasi.
Sektor perumahan adalah tempat tinggal semua warga sipil. Sektor ini dipagari dengan gedung pencakar langit dan bangunan yang menampung sebagian besar penduduk di dalam kapal Arz. Warga sipil Uricle melakukan kehidupan sehari-hari mereka sendiri yang berkaitan dengan pekerjaan, pendidikan, dan lain-lain biasanya dalam sektor ini. Personil Arz biasanya tidak terlihat beroperasi di sektor ini kecuali dalam kasus s erangan di kapal, di mana pertahanan dan evakuasi warga sipil ke zona aman dilakukan oleh Arz, seperti yang sedang terjadi saat ini.
Saat ini Darlz Ildar mengamuk dan menyerang armada Uricle setelah berhasil disegel selama 30 tahun oleh ke enam dewan penjaga yang terdahulu. Lubang di da-da Darlz Ildar masih terbuka dan monster-monster kristal yang berbentuk seperti potongan tangan terus keluar dari lubang itu. Saat Arz mengalahkan salah satu monster, monster lain akan keluar dan menyerang mereka tanpa ampun.
Monster-monster itu mendarat di interception sector kapal Arz, sebuah tempat luas yang berada di ujung kapal, tempat beberapa meriam terpasang, sekaligus tempat keluar dan masuk nemesis yang disimpan di kapal Arz garis depan. Beberapa nemesis telah keluar dan menghadang monster kristal. Mereka terlibat dalam pertarungan sengit dengan beberapa monster kristal berbentuk potongan tangan raksasa, hingga menyudutkan mereka dan menghancurkan kapal yang berada di garis depan.
Darlz Ildar langsung menghancurkan nemesis lalu menghantamkan pukulan keras pada kapal bertubi-tubi hingga kapal itu hancur. Lalu berpindah ke kapal disebelahnya dan melakukan hal yang sama, hingga beberapa kapal hancur berkeping-keping.
“Darlz berjumlah besar menabrak garis pertahanan!” teriak salah satu operator di ruang komando kapal induk tempat Rez berada. “Mereka mendekati kapal dengan sangat cepat!”
“Ildar… kau melepas Ildar Arms, ya?” gumam Rez.
“Segera berlakukan fase 2!”
“Beri peringatan perang besar!”
Rez berbalik menuju pintu keluar ruang komando, dia tidak bisa membiarkan kapal-kapal Arz hancur karena s erangan Darlz Ildar.
“Sepertinya aku juga harus turun tangan,” ujar Rez sambil berjalan keluar dari ruang komando, lalu memanggil kelima anggota timnya.
Bunyi sirine tanda bahaya menggema di seluruh kapal Uricle. Terdengar pada saluran televisi yang terpasang di shopping center menampilkan seorang operator yang mengingatkan warga sipil dan Arz bahwa perang besar telah dimulai.
“Mohon perhatian bagi penduduk armada Uricle. Peringatan perang berskala besar telah di umumkan. Armada tengah bertempur melawan Darlz. Seluruh Arz diharap segera menuju ke pos jaga. Seluruh warga diharap tenang dan mengikuti aturan yang ada.”
***
Lunar yang berada di kapal 11, bersandar pada dinding kapal, menunggu teknisi nemesis menyelesaikan pekerjaannya di dalam ruang pemeliharaan nemesis. Dia benar-benar tidak punya waktu untuk mencerna apa yang didengarnya dari televisi yang juga terpasang pada tempat itu. Dia sebenarnya berusaha untuk memutuskan apakah dia lebih bingung atau takut saat bunyi sirine berdenting menembus seluruh kapal. Secara insting dia melihat ke sekeliling.
Dia memperhatikan ungkapan kebingungan di wajah-wajah orang yang berada di kapal itu. Ini adalah suara yang sama ketika Darlz muncul di planet Orla pertama kali setelah 10 tahun Uricle tenang. Ini adalah sirine yang digunakan di uricle untuk mengumumkan situasi berbahaya sedang terjadi. Dan, alarm itu berhenti. Lunar sudah merasakan sakit kepala mulai menjalar dari belakang kepalanya.
Para Arz berlarian pontang-panting di dalam kapal, menatap atap kaca dengan panik seolah-olah dari sanalah sumber bahaya itu berasal. Beberapa dari mereka duduk di lantai dengan menutup telinga. Ava mendatanginya lalu meraih lengannya, berteriak di telinganya. "Ini adalah sirine penanda bahaya."
“Aku tahu,” jawab Lunar singkat. Suara ini membuat bayangan-bayangan aneh berputar di kepalanya. Seakan dia pernah mengalami hal ini sebelumnya. Samar-samar dia mengingat monster kristal yang kini berada di garis pertahanan, bayangan monster itu ikut berputar di kepalanya. Diikuti dengan lautan mayat, lalu Lunar tersentak ketika bayangan terakhir yang dia ingat menghilang. Seorang wanita berambut ungu dengan tongkat yang terangkat di udara, wanita itu menghisap seluruh energi negatif Darlz lalu menghilang di balik cahaya putih yang menyilaukan.
Lunar mengangkat pundaknya, berharap wajahnya tidak memperlihatkan betapa dia sangat terganggu dengan suara sirine dan juga bayangan masa lalunya yang memaksa menerobos keluar dari dinding penghalang ingatannya.
Lalu sejenak dia merasa ceroboh karena meninggalkan Fenz sendirian dan tidak memastikan apakah dia dalam bahaya. Mungkinkah dia telah menaiki nemesis dan lari dari ledakan itu. Tiba-tiba, sebuah ledakan keras mengejutkan Lunar, seperti kaca yang pecah tetapi suaranya sangat kencang, membuat Lunar dan Ava harus menutup telinga mereka.
Satu ledakan lagi, kali ini diikuti oleh suara pecahan kaca di lantai. Suara itu berasal dari langit-langit kapal. Jeritan kecil keluar dari d**a lunar, dan dia tidak tahu apakah itu bisa didengar atau sesuatu yang hanya terjadi dalam pikirannya. Ava berdiri di sampingnya, diam terpaku, menyaksikan sebuah monster kristal yang berbentuk potongan tangan telah memasuki kubah kapal tempat mereka berada.
Suara lengkingan dari monster kristal terdengar di belakang mereka seperti panggilan perang dari pasukan iblis. Lunar menoleh, lalu dia terkejut melihat beberapa monster lain juga telah memasuki kubah melalui lubang dari kaca yang pecah tadi.
“Ayo… kita harus pergi dari sini. Kita harus naik ke nemesis dan menghentikan mereka.”
Lunar menarik seragam Ava yang terlihat sudah kotor, mengingat mereka tidak sempat mengganti pakaian ataupun mandi setelah sampai di armada Uricle.
Ava mengikuti Lunar, lalu mereka mencari Eucli. Dan mereka mendapati Eucli sedang duduk di lantai kapal, bersandar di dinding dengan kedua tangan di pangkuan, matanya kosong. Lunar menduga dia tidak menyadari bunyi sirine yang sejak tadi telah menggema dan telah terhenti, juga suara ledakan dari kubah kapal Arz.
Lunar menjentikkan jarinya di depan wajah Eucli, perlahan wanita itu menoleh pada Lunar, membangunkannya dari lamunan panjang. “Eucli…” katanya pelan, lalu dia mengubah nada suaranya menjadi lebih keras karena suara ledakan kembali terdengar dari langit-langit kapal. “Kita harus menghentikan monster-monster itu, mereka sudah memasuki kubah kapal.”
Hanya kepalanya yang menghadap Lunar, tangannya masih terlipat dipangkuan, tubuhnya bergitu lemah saat dia menoleh pada Lunar dan matanya adalah celah tipis, ujungnya mencerminkan Lunar di dalamnya tetapi tatapannya kosong.
“Hmm…” Butuh beberapa detik hingga kesadarannya kembali, dan terkejut Lunar berada di hadapannya, memasang wajah cemas. “Ada apa, Lunar? Maaf aku melamun.”
Lunar mengulangi perkataannya dengan perlahan sambil berjongkok di depan Eucli. Wajahnya menunjukan rasa khawatir pada Eucli, dia tidak ingin mengatakannya, tetapi kondisi mereka saat ini sangat gawat.
“Ayo Eucli, kita harus pergi dari sini dan membantu Arz lain. Darlz Ildar sudah memulai penyerangannya.” Lunar menurunkan nada suaranya saat mengatakannya, dia tidak ingin Eucli semakin tertekan.
“Oh… Ayo… kita harus melindungi kapal ini.”
Ava hanya memandang mereka dari kejauhan, dia tidak yakin Lunar bisa bersikap seperti itu, mengingat saat mereka bertemu pertama kali sebagai Arz trainee, Lunar adalah orang yang sangat pendiam dan cuek dengan keadaan sekelilingnya.
Lunar dan Eucli bangkit dan berjalan mendekati Ava, lalu mereka menuju ruang penyimpanan nemesis, bersiap berperang melawan pasukan monster Darlz Ildar.