Kedua Arz itu tidak bergerak selama beberapa detik, tubuh mereka kaku, bahkan untuk menutup mulut mereka yang masih menganga setelah melihat salah satu teman mereka menghilang bersama Mad Draygon. Tangan mereka masih menggenggam weapon yang mengarah ke depan, ke arah menghilangnya makhluk itu.
Kaki kedua Arz tersebut gemetar dan tak mampu menahan bobot tubuhnya. Hingga saat Mae, Eucli, dan Ava mendekati dan memanggil mereka, keduanya langsung terjatuh ke tanah, tatapan kedua Arz itu kosong seakan mereka telah melihat sosok yang sangat mengerikan.
“Apa yang telah terjadi?” tanya Mae sambil membantu salah satu Arz itu bangkit.
“D-dia… h-hilang… dia… dibawa oleh makhluk i-itu…” Salah satu Arz itu menjawab sambil terbata-bata, lalu terdiam lagi, menatap ke tanah.
Mae dan Ava membantu kedua Arz itu untuk duduk dan menenangkan diri mereka. Sedangkan Eucli memeriksa keadaan sekitar. Dia yakin kalau makhluk yang menyerang kedua Arz itu membawa salah satu teman mereka ke suatu tempat. Dia yakin Mad Draygon tidak membunuhnya, atau belum sempat membunuhnya. Tidak ada bercak darah atau tanda apapun yang menunjukan kalau Arz itu telah tewas.
Saat kedua Arz itu sudah mulai tenang, Eucli ingin memastikan kepada keduanya. “Freed,” Eucli memanggil salah satu Arz yang dikenalnya. “Apa yang sebenarnya terjadi? Apa makhluk itu membawa anggota timmu?”
Pria kurus itu terlihat sangat terguncang, dia mencengkram celananya saat mulai menceritakan kejadian tragis yang menimpa Eve, teman satu timnya yang dilemparkan ke dalam lubang spiral hitam oleh makhluk disebut Mad Draygon. Rambutnya yang berwarna hijau terlihat kusut, seragam Arz yang kotor menandakan dia telah terlibat pertempuran sengit sebelumnya. “Eve, dia dileparkan ke dalam lubang spiral hitam sebelum makhluk itu ikut masuk ke dalamnya.”
“Apa?” Mae, Eucli, dan Ava terkejut, secara spontan mereka mengucapkannya secara bersamaan.
Sebelum melanjutkan ceritanya, Freed menarik lengan seragam Arznya, dan terlihat luka memar yang cukup besar. Dia meringis saat lengan seragamnya telah sampai pada luka itu. “Kami ingin menolong Eve, tapi makhluk itu menghempaskan tubuh kami. Entah mengapa, mahkluk itu hanya tertarik pada Eve, makhluk itu mengabaikan kami meski kami telah terluka tadi.”
“Bukan,” tiba-tiba suara Mavis terdengar, lalu wanita itu muncul dari balik pohon kemudian berjalan mendekati mereka. Lunar mengikutinya dari belakang. “Sepertinya makhluk itu merasakan kehadiranku sebelum menyerang dan membawa kalian masuk ke dalam lubang spiral hitam itu.”
“Mavis? Lunar? Ternyata benar kalian sedang mengejar makhluk itu,” kata Eucli sambil berjalan mendekati keduanya.
“Ya… Aku bermaksud untuk menangkap Drayneel sebelum dia menghabisi Arz yang ada di sini.”
Lunar menoleh ke arah Mavis, dia yakin betul kalau tujuan Mavis yang sebenarnya bukan itu. Wanita itu mengerikan pikirnya, bagaimana dia bisa berbohong padahal sebelumnya dialah yang membunuh sesame Arz. Tapi Lunar ingin menunggu waktu yang tepat untuk membuktikan kesalahan Mavis.
“Drayneel?” tanya Eucli bingung.
“Drayneel atau yang biasa kalian sebut Mad Draygon, makhluk yang memburu Arz yang memiliki energi negatif Darlz di dalam tubuhnya. Dia mengincar Arz yang terinfeksi, meski di dalam tubuh Arz itu hanya ada sedikit energi negatif Darlz.”
“Lalu, kemana makhluk itu membawa Arz yang dilemparkannya ke lubang spiral hitam? Baru saja salah satu anggota tim pencari ini dilemparkan ke dalam lubang spiral hitam sebelum makhluk itu juga masuk ke dalamnya.”
“Entahlah, aku sendiri tidak tahu ke mana ia membawanya, atau apa yang terjadi pada mereka, yang ku temui hanya tubuh Arz yang penuh luka dan terbaring tak bernyawa. Aku belum melihatnya melemparkan Arz ke dalam lubang spiral hitam yang dia buka.”
“Lalu apa rencanamu, Mavis?” Eucli tidak tahu apa yang harus dia lakukan, misi utama mereka telah gagal, dan sekarang keadaan di planet ini juga tidak baik, makhluk yang disebut Mad Draygon atau Drayneel itu memburu para Arz. Ditambah makhluk asli planet itu yang tiba-tiba menghilang. “Apa makhluk itu juga memburu makhluk asli planet ini?” tanya Eucli secara tiba-tiba.
“Saat ini aku sedang mengikuti pola pergerakan Drayneel yang diberikan oleh Moon padaku, aku berencana untuk mendahuluinya. Untuk masalah makhluk asli planet ini aku sendiri tidak tahu, tetapi sepertinya dugaanmu mungkin saja benar, Eucli. Planet ini terlalu sunyi.”
Lunar memperhatikan percakapan antara Eucli dan Mavis, dia menunggu saat yang tepat untuk mencegah tindakan gila Mavis. Dia ada dalam posisi siap, lalu memperingatkan Mae melalui pikirannya.
“Mae… apa kau mendengarku?”
“Ya… ada apa Lunar?”
“Aku minta kau bersiap jika ada pergerakan aneh dari Mavis.”
“Kenapa? Apa ada sesuatu yang telah terjadi?”
“Tidak, aku hanya khawatir saja.”
Mae yang bingung, menyetujui rencana Lunar. Dia tidak mengerti apa yang membuat Lunar bisa berbicara seperti itu. Tapi dia yakin kalau Lunar pasti memiliki alasan yang kuat memperingatkannya untuk berhati-hati seperti itu.
Mavis menunjukkan pola-pola pergerakan Mad Draygon yang ada di Uricle device miliknya pada Eucli, Mae, Ava dan dua Arz yang sudah kembali kesadarannya. Terdapat beberapa titik koordinat yang menjadi tujuan makhluk itu, tempat mereka berada saat ini berada di tengah-tengah pola pergerakan Mad Draygon.
“Hebat! Bagaiamana kau bisa mendapatkan informasi yang akurat seperti ini?”
Mavis menghela napas panjang mendengar pertanyaan Eucli. “Kami sudah memperhatikan Drayneel sebelum p*********n Darlz Ildar beberapa waktu lalu. Sepertinya kebangkitan Darlz Ildar telah membuatnya terbangun setelah tertidur panjang.” Mavis menonaktifkan kembali Uricle device miliknya dan bersiap mencari Drayneel. “Apa kalian akan ikut denganku?”
Eucli berpikir sejenak sebelum memutuskan, tetapi dia merasa bukan keputusan yang tepat mengabaikan keberadaan Mad Draygon, lalu dia memutuskan untuk ikut. “Baik, aku ikut.”
“Bagaimana dengan kalian, anggota muda?” tanya Mavis pada Mae dan Ava yang sejak tadi hanya dia memperhatikan.
Keduanya saling memberi isyarat, lalu secara bersamaan mengangguk tanda menyetujui keputusan Eucli. Mavis tidak bertanya lagi pada Lunar, dia yakin Lunar pasti akan ikut karena rasa penasarannya.
“Kalian berdua sebaiknya kembali ke armada,” kata Mavis pada Freed dan Biglow, dua Arz yang diselamatkan Eucli dan timnya. Keduanya terlihat masih terlihat linglung. “Aku akan menghubungi kapal induk untuk membatalkan misi kalian.”
Eucli terkejut mendengarnya, “Membatalkan misi?”
“Ya… Apa kau ingin membahayakan nyawa mereka demi satu orang yang belum diketahui keberadaannya? Maafkan aku Eucli, tapi saat ini seharuskan kau memahami keadaan armada kita.”
“Apa maksudmu, Mavis?”
Mavis menghela napas lagi sebelum melanjutkan. “Fenz. Aku tahu kau sangat khawatir dengannya, tetapi kenyataan bahwa dia telah menghilang dan itu sudah terjadi beberapa hari. Untuk seorang manusia, kau pikir berapa hari dia dapat bertahan hidup setelah terluka karena pertempuran? Jika dia selamat dan mendapat banyak luka, membutuhkan keajaiban untuk dapat bertahan hidup di planet ini.”
Lunar yang mendengarnya sama terkejutnya dengan Eucli, begitu juga dengan Mae dan Ava. Mereka tercengan mendengar kata-kata Mavis yang mematahkan semangat mereka. Semua yang dikatakannya benar, tapi apakah itu pantas diucapkan dalam situasi seperti ini.
Lunar sudah hampir ingin menghentikan perkataannya dengan tinjunya, tetapi Mae menghentikannya. Sedangkan Eucli hanya diam dan menunduk ke tanah, wajahnya berubah menjadi sangat muram. Ava mengepalkan kedua tangannya menahan kesal.
Wanita itu, dia memang benar-benar wanita berbahaya pikir Lunar, mengapa ada orang semenyebalkan ini di Uricle, terlebih dia adalah anggota inti tim dewan penjaga. Untuk ke sekian kalinya, Lunar menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya. Dia tidak ingin membuat masalah di antara Arz, di antara tim dewan penjaga yang merupakan tim inti armada Uricle.
Dari jauh Lunar melihat Eucli yang juga merasakan hal yang sama dengan dirinya, namun wanita itu hanya diam, menahan tangis dan amarahnya. Jika ada orang yang harus marah kepada Mavis, Eculi adalah orang yang pantas untuk melampiaskan amarahnya untuk Fenz yang telah dihina Mavis.
"Inikah yang kau maksud, Lunar?" Suara Mae terdengar di pikirannya.
Tanpa membalas melalui pikiran, Lunar mengangguk, tanda mengiyakan pertanyaan Mae. Lalu Lunar menenangkan dirinya, dan berencana mengikuti semua rencana Mavis, berjaga-jaga jika wanita gila itu berbuat aneh