Dan seharusnya lo gak perlu lahir aja kalau hidup lo gak berguna.
Hati Abel kembali terkoyak saat mengingat perkataan Abi semalam. Kedua tangannya terkepal. Abi duduk di depannya, tidak ada perasaan bersalah tergambar sedikit pun di wajah adiknya itu, hal yang semakin membuat Abel terluka.
Mata Abel memanas, sesaat sebelum bulir itu tumpah, bahunya ditepuk oleh seseorang. Abel segera menoleh ke sampingnya, melihat Asep yang sedang menatapnya kebingungan. Bersama pasang mata lainnya yang juga tengah memperhatikan Abel.
Ahh, ya, Abel baru sadar bahwa dirinya sedang berada di sekolah. Tadi ia bertemu dengan Asep di parkiran. Ia menyapa cowok itu, berjalan sampai ke kelas. Di depan Abi yang sudah duduk di kursinya, tiba-tiba langkah Abel terhenti begitu saja. Bayangan pembicaraannya dengan