"Dan, lo pernah gak, sih, ngerasa kalau lo gak berguna buat semua orang?"
Pertanyaan itu mengambang di udara untuk beberapa detik. Ardan menatap Abel yang duduk di sebuah ayunan yang berada di depannya. Ayunan itu mengalun lembut karena ia mendorongnya perlahan.
"Kenapa lo nanya kaya gitu?" tanya Ardan.
Abel mengendikkan bahunya acuh. "Cuma nanya aja gue," sahutnya.
Ayunan yang Abel naiki perlahan-lahan berhenti. Ardan tiba-tiba ikut duduk di ayunan yang berada di samping ayunan Abel. Cowok itu hanya duduk, tanpa menggerakkan ayunannya.
"Gini, ya, Bel. Lo gak perlu berguna buat semua orang, lo gak perlu kelihatan di mata semua orang, lo gak perlu ngabdiin diri lo buat semua orang. Sama kaya mereka yang kadang gak peduli sama lo, lo juga gak harus peduli sama semua orang. Hidup dengan