"Padahal lo gak perlu nganterin gue. Gue bisa pulang sendiri, kok," kata Abel.
Abel baru berjalan beberap meter dari panti asuhan. Ardan berada di sampingnya. Sinar rembulan menjadi pencahayaan yang mereka lihat. Ardan berkata bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Lagi pula bukan Abel yang ingin diantar, tapi dirinya lah yang memutuskan mengantar Abel sampai taman. Alhasil keduanya berjalan beriringan. Sengaja Abel memelankan langkahnya, agar Ardan mengikuti temponya, dan ia bisa menghabiskan waktu lebih lama lagi dengan cowok itu.
Malam itu langit cukup cerah. Bulan bersinar dengan terangnya. Ada beberapa bintang yang menemani. Menjadi pemandangan yang sederhana, tapi teramat indah dengan latar langit hitam yang menjadi dasar utamanya. Salah satu sajian yang diberikan oleh Tuhan, d