"Guys, hari ini kita mau makan apa?" tanya Abel saat ia dan tiga temannya baru keluar dari kelas.
"Mau ke warung belakang, gak?" tanya Asep.
Abel yang berdiri tepat di samping cowok itu langsung memukul bahu Asep kencang. Membuat Asep mengaduh kesakitan.
"Heran apa-apa main tampol aja. Itu bahaya tau Bel, bahaya. Kalau tiba-tiba jantung gue loncat keluar gimana?" tanyanya jengkel. Untung saja ia memiliki tubuh tangguh yang tidak mudah mengeluh. Sehingga pukulan Abel tidak terlalu berpengaruh. Tapi tetap saja namanya pukulan, ya, pukulan. Kalau dilakukan berulang kali berbahaya namanya.
"Gue mukul kaya gitu jarang-jarang, kok. Lagian kalau jantung lo beneran lompat, bakal langsung gue tangkep terus gue kantongin. Jual, deh, ke orang yang membutuhkan."
"Boleh tuh, Bel. Laku puluhan juta