Sejak memasuki masa SMA, hanya satu tempat yang paling sering didatangi Abel. Yaitu atap sekolah. Tepatnya atap di bagian gedung tiga. Di mana kelasnya berada. Jarang sekali ada yang ke sana, karena tempatnya tidak dirawat sama sekali. Lumut di mana-mana, dan ada kursi berkarat yang sudah usang dimakan usia.
Namun, semenjak pertemuannya dengan Ardan, Abel tidak pernah lagi ke sana. Ini adalah yang pertama kalinya. Suasananya masih sama, ia masih menemukan tempat ternyamannya di atap sekolah. Sepi, dan terasa hampa sekali.
Suasana sekolah sudah sangat sepi. Tidak lagi terdengar suara-suara mesin motor yang menyala. Mungkin hanya tersisa beberapa siswa saja, atau bahkan sudah tidak ada sama sekali. Mata Abel terpaku pada bagian belakang sekolah. Ada tempat sampah besar yang setiap satu Mi