Asep, Leo dan Heri hanya bisa menatap jasad Abel yang perlahan ditutupi tanah merah. Nisan yang terpasang di makam Abel semakin menegaskan bahwa gadis itu benar-benar sudah pergi dan pastinya tidak akan kembali.
Taburan bunga menghiasi bagian atas makam Abel. Gundukan tanah merah itu menjadi satu-satunya gundukan paling mencolok di antara gundukan lainnya yang sudah rata dan dilapisi rumput hijau tipis. Menjadi pemandangan paling mengerikan yang dilihat, tidak hanya untuk tiga teman terdekat Abel, tapi untuk teman sekelas Abel juga.
Para tamu perlahan mulai meninggalkan pemakaman. Hanya tersisa beberapa orang yang masih bertahan mengelilingi makam Abel. Beberapa teman sekelas Abel termasuk Asep, Leo dan Heri, Abi, orang tua Abel, juga satu orang yang mengenakan setelan jas hitam.
Rasan