Dika memegang kedua lenganku,aku juga. Aku memegang kedua lengannya kuat.Dia mendorong tubuhku semakin dekat padanya. Deru nafas Dika bahkan terasa dikulit wajahku. Lalu kemudian..
"Aku cuma mau kamu janji ga akan ninggalin aku Zee.."bisiknya tepat di telingaku.
Aku melepaskan peganganku pada lengan Dika,mataku mengerjap tak percaya. Padahal aku sudah membayangkan adegan romantis seperti di drama korea,batinku.
Lalu Dika,dia tersenyum. Dan kemudian tertawa ...
"Yahh... muka kecewa,kamu tadi ngebayangin apaan coba "ejeknya.
"K-kamu udah ketebak Dika,aku tau kamu bakal minta gini" kataku membela diri.
"Tapi kenapa pipi kamu merah lagi,jujur aja deh. Otak kotor kamu tadi imajinasinya gimana?" Katanya terus menggodaku.
"Ngaco..,udah ah aku mau balik.."aku memukul lengannya kemudian berlari meninggalkan Dika dibelakang.
"Jawab dulu Zee,kamu udah imajinasi sampe mana.."kata Dika yang segera menyusulku.
Diperjalanan pulang Dika tak henti-hentinya mengejekku. Aku malu sekali,ingin rasanya aku menghilang saja dari bumi saat ini juga. Bagaimana bisa aku memikirkan Dika akan menciumku. Aku memegang kedua pipiku yang memanas. Jangan kebanyakan nonton drakor lagi Zee gumamku dalam hati.
????
Dika PoV
Sepanjang jalan,aku tak bisa berhenti tersenyum,memikirkan apa yang akan aku minta pada ZeeZee jika aku menang nanti. Aku sangat yakin jika aku yang menang.
Dan sudah kuduga,aku menang.
Aku suka sekali melihat ekspresi kekalahan ZeeZee. Padahal dia duluan yang menantangku.Tapi,sekarang lihatlah,dia tak berbicara sama sekali padaku. Benar-benar menggemaskan.
Sekarang,aku dan ZeeZee duduk dikursi taman. Dia fokus sekali memakan ice creamnya. Seolah-olah itu ice cream terakhir yang tersisa di dunia. Dari sekian banyak perempuan yang aku jumpai,ZeeZee adalah jenis perempuan yang (uppss..!! maaf tapi harus kukatakan) pecicilan. Semua sikap ZeeZee saat bersamaku,tak pernah kulihat sebelumnya. Bagaimana mood nya yang bisa tiba-tiba berubah seketika. Dia yang cepat sekali marah lalu ceria dalam sekejap. Gadis ajaib!!.
Aku tak sabar ingin meminta sesuatu pada ZeeZee. Hal ini sudah kupikirkan bahkan sebelum aku menang tadi.
"Yaudah,mau minta apaan ? Jangan minta jajan aku seminggu ya Dika,jajan aku mah dikit,masak kamu tega sih"katanya dengan memelas.
Aku tersenyum jail padanya.
"Tadi sebelum kalah padahal kamu bilang apapun lho Zee,suka-suka aku dong pengen minta apa".
"Iya deh. Berhubung aku sportif dan baik hati,jadi kamu pengennya apaan?"
Aku kemudian menuntun ZeeZee berdiri berhadapan denganku. Sebenarnya jantungku juga menggila,Aku terus memandangi wajah ZeeZee sementara dia menunduk salah tingkah.
"Zee.."panggilku.
"I-iya" jawabnya tanpa menatapku.
"Kalo ngomong sama orang tuh mukanya ditatap Zee..".
ZeeZee membalas tatapanku,Ya.. dan inilah yang kuinginkan.
"Tutup mata kamu Zee"
1 detik..
2 detik..
3 detik..
Aku pikir akan berjalan mulus tapi dia malah menjitak kepalaku.
"Aww.. ngerusak suasana aja sih"
"Kamu sih,kan tadi aku udah bilang jangan minta yang aneh-aneh"
"Emang aku minta yang aneh-aneh ? Aku cuma minta kamu nutup mata aja"
"iya deh,tapi janji ya jangan aneh-aneh".
.
"Yaudah tutup mata lagi"kataku kemudian
ZeeZee menutup mata tapi kemudian aku melihat dia mengintip.Ide liar terus berputar di kepalaku. Aku sengaja melepas kacamataku agar ZeeZee semakin gugup. Dan dia dengan polosnya membuka mata lagi.
"Tuh kan,kamu pasti aneh-aneh deh,kenapa pake lepas kacamata segala. Ga enak tau Dika,banyak orang disini".
"Emang kamu mikir aku mau ngapain?"aku semakin menggoda ZeeZee.
Wajahnya merona merah membuatku semakin gemas.
"Ya udah,cepetan.Biar semuanya cepet selesai,aku mau pulang"
"Ga sabaran banget sih"
"Bacot..!! Kalo kelamaan,aku tinggal pulang nih".
Aku memegang kedua lengannya.Aku mendorong tubuhnya semakin dekat . Dan semakin dekat lagi hingga tak ada batas diantara wajah kami. Dan kemudian ..
aku berbisik di telinganya.
"Aku cuma mau kamu janji ga akan ninggalin aku Zee..".
Iya,aku hanya minta hal sederhana itu. Maaf jika ini menggagalkan ekspektasi kalian.Tapi,aku tak akan menyentuh dia.Aku ingin menjaga dia.Aku bahagia bersama ZeeZee,aku suka semua hal yang ada pada ZeeZee,dan aku ingin dia menjadi wanitaku selamanya.
Terlihat sekali raut wajah kaget ZeeZee,dan aku malah semakin ingin lagi dan lagi untuk menjahilinya.
Hingga selama di perjalanan pulang,aku masih menggodanya,dia hanya diam dan mencubit pinggangku beberapa kali. Kuakui sakit,tapi aku suka.