“Aku yakin kamu punya tujuan lain dateng ke sini.”
Kanin menatap lurus ke arah Kegan ketika mereka berdua sudah memasuki kamarnya. Wanita itu tidak membiarkan Kegan mendahuluinya, dan menahan laki-laki itu di depan pintu. Sementara Kegan, ia hanya menatap datar ke arah Kanin yang terlihat penasaran di depannya.
“What do you mean?” tanggap laki-laki itu.
“Why you are came here and act like you are a nice person to my parents?” tanya Kanin dengan nada menggebu.
“Oh, am I?” Kegan mengangkat sebelah alisnya.
Kedua mata Kanin memincing saat melihat respons Kegan yang seolah-olah tidak ada masalah yang terjadi di antara mereka. Laki-laki itu terlihat begitu santai dan bersikap biasa saja seperti mereka tidak pernah bertengkar sebelum datang ke sini.
“Sebentar,” ujar Kanin lalu menjeda ucap