“Lo malem-malem manggil gue ke sini pake nada panik Cuma karena Mas Kegan ketiduran?”
Kanin mengulum senyumnya ketika Galeo mencak-mencak di hadapannya. Adik laki-lakinya itu terlihat sangat kesal karena saat ia datang, yang ditemukannya bukan Kegan yang pingsan seperti apa dikatakan oleh Kanin melainkan Kegan yang sedang duduk di sofa ruang tamu.
“Mas, lo tau dia nelpon gue gimana?” Perhatian Galeo kini tertuju sepenuhnya kepada Kegan.
Laki-laki yang juga menahan senyumannya itu berdeham sekilas saat mendapat pertanyaan dari adik iparnya. “Gimana?”
“Buruan ke sini. Kegan pingsan,” jawab Galeo dengan anda yang terdengar persis seperti bagaimana Kanin di telepon tadi.
Kegan menyemburkan tawanya seketika meskipun kepalanya masih terasa sedikit pusing. Melihat kekesalan Galeo yang datang