Kegan terbangun dengan perasaan asing yang baru pertama kali ia rasakan. Laki laki itu mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang menerobos masuk ke dalam sela sela gorden kamarnya.
Lengannya terasa berat tetapi Kegan hanya tersenyum kecil saat menyadari bahwa Kanin masih tidur di pelukannya. Wanita itu meringkuk seperti seorang gadis kecil yang sedang kedinginan dan mendekatkan dirinya semakin erat ke tubuh Kegan.
“Udah bangun?” Wanita itu membuka matanya perlahan lalu mengerjap saat ia mneyadari pergerakan Kegan.
“Baru aja,” jawab Kegan.
Kanin menarik selimut yang menutupi tubuhnya sampai ke atas leher. Wanita itu melenguh pelan sebelum benar benar membuka matanya dan menatap ke arah Kegan. Kedua matanya kini bertemu dengan figur wajah Kegan yang entah mengapa