H a p p y R e a d i n g
Kia menerima sebungkus roti dan juga minuman kotak yang diberikan oleh Akbar. Ia sedikit kesal karna penerbangannya harus ditunda selama 2 jam dan itu benar-benar membuatnya kesal. "Eh, Bar, gue ke luar lagi deh. Mau cek sesuatu" baru saja akan berdiri, tangannya langsung di tahan oleh Akbar.
"Lo mau cek apaan sih? Gak ada yang ketinggalan kok." Jawab Akbar yang sudah jelas tahu bukan itu yang dimaksud oleh Kiara. Melainkan perempuan itu hanya menunggu seseorang yang berkemungkinan hadir namun ia telah masuk ke dalam bandara.
"Duduk aja deh" Akbar memaksa Kiara untuk tetap duduk dan mau tak mau Kia menuruti perkataan Akbar. Bukan karna ia mau saja diperintah, namun ia malas berdebat dengan laki-laki itu. "Lo tau kan kalau gue gak suka di atur-atur? Dah hak lo apa buat ngatur gue?" Hilang sudah kesabaran yang sedari tadi Kiara tahan karna entah mengapa Akbar menjadi menyebalkan begini, jika tahu ini yang akan terjadi ia tidak akan pernah berangkat bersama dengan laki-laki ini.
"Kia.. " Kiara hanya mendiamkan Akbar, ia tidak lagi peduli dengan laki-laki itu. Walau memang pernah sempat menjalin hubungan, bukan berarti Akbar berhak akan hidupnya. Toh kini mereka hanya sebatas teman. Tidak lebih maupun kurang.
"Iya deh aku bakalan ngabarin kamu nanti" pandangan Kia teralihkan saat ada dua pasangan yang ia perkirakan umurnya hampir sama dengannya tengah mempedebatkan hal yang tidak pasti dan membuat si laki-laki kesal dan mengacuhkan rengekan si gadis. Ujung bibir Kia tertarik dan ia seakan terpaku pada kejadian yang hampir sama namun berbeda waktu.
Tet tet teeeeettt!!
"Sialan! Pake nyangkut lagi. Ah elah, ini gimana cara lepasnya coba!" Dengus Kiara saat topi jerami nya tersangkut di karat-karat besi tempat ia berdiri saat ini. Antrian depan sudah mulai berkurang dan beberapa siswa yang akan menghadapi Masa orientasi sudah mulai masuk ke dalam gedung sekolah. Sedangkan dirinya masih sibuk melepaskan lilitan yang entah kenapa bisa tiba-tiba begitu. Seingat dirinya tidak ada apapun yang bisa membuat topi nya tersangkut tapi malah begini jadinya. "Ah ! Sialan mereka" Yup! Kiara ingat jika sebelumnya ia sempat beradu argumen dengan salah satu kakak kelas.
"Heh kamu! Cepetan masuk!" Mendengar hardikan itu membuat Kiara yang posisinya berjongkok dan sibuk membuka utasan tali yang disangkutkan pada topinya seketika mendongak keatas. "Ngapain disitu?" Kia tidak mengenal siapa senior nya itu. Tapi tampangnya lumayan oke.
"Topi aku nyangkut" ucap Kiara pelan dan akhirnya Mario - senior kelas tiga itu menolongnya dan memutuskan tali yang menjerat topi milik Kiara. Beberapa hiasan yang ada di topi jerami itu lepas dan membuat mood Kiara tambah buruk. Tadi ia sudah mencoba baik-baik agar tidak lepas tapi senior nya itu malah menarik dengan kasar.
"Bereskan! Masuk gih sana, ntar lo kena hukum"
"Makasih kak!" Ucap Kiara sambil berlari menuju lapangan tempat diadakan acara utama penyambutan Siswa Baru SMU Nusa.
Kiara segera menuju dimana regunya berada. Masing-masing siswa dibagi berdasarkan kelompoknya masing-masing dan dirinya mendapatkan kelompok t*i ayam. "Lo dari mana aja Kia?" Arabel teman pertamanya bertanya saat perempuan itu tidak melihat Kiara berada di belakangnya lagi tadi. Ia baru menyadari Kiara tidak ada saat ia telah berbaris di lapangan. Kiara memutar bola matanya kesal lalu menatap ke arah rombongan yang berada di sudut lapangan. Arabel mengikuti arah pandang Kiara dan ia tahu langsung maksudnya. "Sial banget lo. Udah seminggu disini tapi masih aja di kerjain sama tuh senior rese" Arabel tertawa pelan dan beberapa kali mengalihkan pandangannya kedepan untuk memperhatikan pidato singkat yang nyatanya tidak ada singkat-singkatnya dari wakil kepala sekolah SMU Nusa.
Mereka memang telah bersekolah selama seminggu sebelum acara MoS dilaksalakan karna ada beberapa kendala yang menyebabkan agenda wajib tahunan untuk Siswa baru tertunda beberapa hari. Bahkan mereka telah melaksanakan upacara Bendera 17 Agustus dan Kiara mendapat tempat menjadi salah satu anggota paduan suara SMU NUSA.
"Mereka sirik kali sama gue" Kia acuh terhadap gengs yang terkenal hits tapi malah beranggotakan perempuan berotak dibawah rata-rata dan hanya mengandalkan kecantikan semata. Cantik sih, tapi attitude nya kurang. Minusnya banyak. Kiara mendumel sendiri di dalam hatinya. Ia melirik ke depan, dimana beberapa anggota osis berdiri berjejer didepan. Dan ujung bibir Kiara tertarik keatas saat ia menangkap orang yang dikenalnya. "JESLYN MAHARANI" kakak sepupunya dan tidak ada satupun yang tahu.
Setelah mendengarkan ceramah yang sangat panjang dari wakil kepsek itu membuat Kiara dan Arabel berulang kali menggerutu, apalagi matahari mulai terik dan panasnya minta ampun. Beralih ke acara selanjutnya, Panitia mengoleskan bedak beras ke wajah anak kelas satu yang kini tengah dijemur. Masing-masing mendapatkan jatah mereka dengan dalih untuk mengurangi sengatan matahari yang bisa membuat kulit wajah mereka gosong.
"Duh hati-hati dong Kak!" Keluh Kiara saat dengan sengaja Orin mengoleskan bedak beras ke wajahnya dengan kasar. "Yaelah, gitu doang sakit. Tahan aja" Tangan Kia mengepal ingin meninju balik wajah tanpa dosa Orin - Kakak kelas dua belas yang entah kenapa menaruh dendam padanya.
Sampai dipenghujung acara, setelah melalui berbagai macam persyaratan untuk melalui rangkaian acara MOS yang bertujuan mendekatkan mereka semua. Senior dan Junior dan sampailah mereka pada pembacaan pasal yang menurut Kiara paling aneh, absurd dan tidak masuk logika.
PASAL SMA NUSA BANGSA
1. SENIOR TIDAK PERNAH SALAH
2. JIKA SENIOR SALAH, KEMBALI KE PASAL NOMOR 1
3. CINTA SENIOR TIDAK BOLEH DI TOLAK
Kiara melotot tajam saat mendengar pasal terakhir yang dibacakan oleh salah satu anggota panitia MOS. Aneh! Dan benar-benar merugikan dirinya maupun yang lainnya. Karna sudah pasti akan menimbulkan kemenangan bagi senior yang menyukai junior tapi dengan terpaksa menerima kecuali jika mereka memang saling suka ataupun si junior berani menolak. Dan Kiara mungkin akan menjadi salah satu diantara ratusan siswa SMA NUSA yang tidak akan masuk dalam jebakan murahan macam itu.
Bersambung
________________________________
T h a n k y ou
Terimakasih banyak sudah meluangkan waktu kalian untuk membaca cerita ini.
Big Hug
'-Ren-'
Jadwal Update:
Falling to You - Setiap hari
See you soon