Setelah keributan yang membuat sosok Vanesa pergi dengan keadaan marah karena ucapan Dhafin, kali ini sang pemilik perusahaan sedang berjalan keluar ruangan yang diikuti asistennya.
Ara menatap aneh punggung bosnya yang baru saja mengatakan jika ingin makan siang di luar dan tanpa berpikir panjang ia keluar begitu saja saat Ara tengah merapikan berkas berisi pedoman membuat model game.
Dia segera bangkit dari kursi kecilnya dan berlari sembari merapikan pakaiannya seraya berlari mengejar bosnya.
Dhafin berjalan ke arah lift bersama Ara untuk menuruni lantai 20. Lift terbuka dan mereka masuk ke dalam dengan segara.
Tak selang beberapa lama pintu lift di lantai satu terbuka dan keluarlah mereka berdua. Salam sapa tak lupa terus diterapkan oleh para pekerja, mereka yang semula belum menge