Pagi yang cerah, nuansa rumah bergaya modern dengan lantai bersih mengkilap terlihat mencolok sepagi ini.
Ini bukan mansion Dhafin, lalu dimana? Disinilah sosok Arzan tinggal selama 20 tahun, di Amerika serikat.
Seorang pria paruh baya dengan kaos hitam oblong tengah duduk bersanding dengan beberapa vas bunga di dekat jendela.
Keriputan di kulit wajahnya samar-samar mulai terlihat, pria yang dulu begitu tampan dan murah senyum kini sudah sedikit kusut karena usia. Selama 20 tahun ini juga dia masih terus mengingat istri satu-satunya.
Kenangan puluhan tahun itu masih belum sirna. Pertemuannya pertama kali dengan Dina hingga akhir hayatnya masih Arzan ingat dengan jelas. Selama itu juga dia masih menyesali satu hal, dimana dia belum mampu menemukan pelaku dari balik kejadian puluhan tahu