Hari yang panjang, banyak kejutan dari kejadian tak terduga yang menjadi skenario hari ini. Sepanjang hari Ara tak henti-hentinya bekerja begitu sibuk dengan profesi barunya, tetapi ia juga senang karena bisa membantu temannya yang dia tumpangi tempat tinggal selama ini.
Ya, Ara tidak tinggal bersama ibunya. Wanita yang dia sebut ibu dulu ternyata adalah bibinya yang sekarang membuangnya. Dan pada akhirnya ia harus mandiri hidup seperti ini.
"Aku pulang ...." ucapnya membuka pintu rumah kontrakan seraya melepas sepatu putihnya.
Ara berjalan masuk ke dalam sembari meletakkan sepatunya di sudut pintu dengan rapi. Matanya menoleh menyisir seluruh ruangan yang nampak sepi itu.
"Dimana Neta?" tanyanya pelan mencari keberadaan temannya yang bernama Neta itu.
Saat Ara hendak berteriak memang