"Apa yang kalian lakukan?"
Suara Arjun memecah keheningan, dimana posisi Ara dan Dhafin membuatnya membelalakkan mata.
Mereka berdua yang semula sibuk saling menatap dengan begitu dekat akhirnya tersadar karena Arjun.
Mereka bangun.
"Ini tidak seperti yang kau pikirkan!" jelas Dhafin sebelum Arjun semakin berpikir yang tidak-tidak.
Ara mendekati Arjun dan membuat sang pemilik nama diam menatapnya.
"Apa?" tanya Arjun sinis.
"Jika otakmu berpikiran aneh, akan aku hancurkan sekali pukulan."
Dhafin mengernyitkan alisnya heran mendengar Ara. Gadis itu sangat mirip seperti seorang preman.
"Kau yang akan aku hancurkan. Bisa-bisanya lu berdua melakukan hal yang tidak senonoh seperti ini," Arjun mengoceh.
"Tidak senonoh matam*u!"
Dhafin mengumpat karena kesal dan berjalan mengambil ka