Jam menunjukkan pukul 10 pagi. Susana kantor begitu ramai, tetapi berbeda di dalam ruangan pribadi seorang Presdir.
Mereka bertiga, Dhafin, Ara, dan Arjun sibuk dengan pemikiran masing-masing setelah apa yang terjadi tadi pagi di rumah.
Dhafin kembali di teror, pagi tadi sebuah kiriman yang dilemparkan melalui jendela ternyata berisi tikus mati yang berlumuran darah hingga membuat bau yang begitu menyengat.
Ara duduk termenung di kursi kerjanya. Dan Arjun duduk di sofa berpikir tentang kejadian tadi. Terlihat Dhafin berdiri sejak tadi di dekat jendela ruangannya dan menatap luas penanda kota yang dia lihat dari ketinggian lantai yang dia tempati.
Gedung perusahaan yang telah dia beli diam-diam dengan tinggi 163 lantai sempat membuat heboh para pebisnis besar. Mereka tidak menyangka jik