Susana menjadi mencekam, ucapan Dhafin di depan sang bibi yang dia sebut sebagai monster membuat semua orang menatapnya spontan.
"Bisakah kau sedikit sopan, Nak?" sahut Dea membuat Ara memicingkan matanya. Ia terus memperhatikan semua orang dan mencari tahu siapa diantara mereka yang menjadi dalang ini semua.
"Begitukah? Oke!"
"Sudah tak apa, memang pada dasarnya kita melakukan kesalahan dulu. Tapi sekarang tidak bisakah kau melihat kami dengan wajah baru?"
Dhafin menoleh ke arah Soraya, dia sudah tahu jika wanita tua ini pasti merencanakan sesuatu tanpa sepengetahuannya.
"Harta apa yang kau maksud?" ulang Dhafin sekali lagi.
Memang benar apa yang dikatakan orang, kala orang kaya meninggal maka yang keluarganya akan pecah akan ketamakan. Dina sudah tiada sejak puluhan tahun lalu, tap