Malam sudah tiba, Dhafin pulang sejak satu jam lalu dan sampai sekarang masih berdiri di depan rumahnya menunggu kedatangan seseorang.
"Kemana dia? kenapa belum pulang," lirihnya berbicara pada dirinya sendiri.
Dua menit kemudian orang yang ia tunggu tiba-tiba muncul. Melihat kedatangan Ara, Dhafin segera menghampirinya.
"Dari mana kamu?" tanyanya seraya mencekal lengan Ara.
Ara tak sengaja meringis kesakitan saat lukanya tak sengaja di pegang oleh Dhafin.
"Kenapa?" tanya Dhafin merasa ada yang janggal.
"Tidak ada," jawab Ara singkat kemudian masuk ke dalam meninggalkan Dhafin sendirian disana.
Sekarang, mereka berdua berada di meja makan.
"Kita kembali ke kantor besok," ujar Dhafin tiba-tiba.
"Kembali? Apa yang kau rencanakan?" Ara menjawab.
"Semuanya akan sia-sia, aku sudah mul